lifestyle,

Sakit Tipes, Seorang Siswa di Madiun Ditunggu Orang Tua saat UN

April 12, 2016 madiunkita 0 Comments


MADIUN (KR) Seorang siswi SMA Negeri 2 Kota Madiun, Ara Aulia terpaksa harus ditunggu ibunya saat melaksanakan Ujian Nasional hari ke lima berlangsung, Senin(11/4/2016). Siswi jurusan IPA tersebut saat ini dalam kondisi sakit, namun tetap memaksakan diri mengikuti UN bersama rekan-rekannya.

Orang tua Ara, Arlila mengatakan, putrinya terpaksa meminta surat rekomendasi dari dokter yang merawat di RSUP dr. Soedono Madiun agar diizinkan mengikuti UN di sekolah. Ini karena SMAN 2 Kota Madiun, salah satu sekolah yang menyelenggaran Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT).

Arlila mengaku, alasan putrinya memaksakan diri mengikuti UNBK, karena tidak ingin melaksanakan ujian susulan. Arlila menjelaskan, setelah menyelesaikan materi ujian hari kelima, IPA Fisika, Ara Aulia harus kembali menjalani perawatan di rumah sakit.

"Sakitnya itu pas hari Kamis setelah UN hari ke-empat, itu badannya panas, untungnya Jum'at, Sabtu libur nggak ada ujian. Kalau kata dokter, anak saya gejala tipes. Sempat dingin juga badannya, main sama teman-temanya, saya kira sudah sembuh, ternyata harus rawat inap. Mungkin kecapek'an,"Ungkap Arlila, Senin(11/4/2016).

Sementara itu, Humas SMA Negeri 2 Kota Madiun Warsito membenarkan, satu siswanya memaksakan diri mengikuti UNBK walaupun kondisinya sakit. Bahkan, orang tuanya pun, juga menunggu putrinya di ruang pengawas/panitia UN. Menurut Warsito, seharusnya Ara Aulia berada di rumah sakit, namun tetap mengikuti UNBK di sekolah.

"Alhamdulillah anaknya kuat, infusnya juga sudah dicopot sehingga bisa ikut ujian. Kalau fasilitas yang lain tetap sama dengan siswa lain, hanya saja, orang tuanya Ara ini kami beri kesempatan mengantarkan dan menjemput sampai ke sekolah,"Tandasnya.

Sumber : http://www.rri.co.id/madiun/post/berita/265256/daerah/sakit_tipes_seorang_siswa_di_madiun_ditunggu_orang_tua_saat_un.html

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.