Header Ads

ad728
  • Breaking News

    10 Siswa UN Paket C di Madiun Mengundurkan Diri


    MADIUN (KR) Enam puluh tiga siswa dari Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Poncowati dan Al Mustofa mengikuti ujian nasional paket C, setara SLTA, Rabu(6/4/2016). UN, dilaksanakan di SDN Oro-Oro Ombo Kecamatan Kartoharjo, terbagi empat ruang kelas. Dari 63 siswa, tercatat 10 orang mengundurkan diri atau tidak mengikuti ujian nasional sejak hari petama.
    Pembina PKBM Poncowati, Irwanto mengatakan, mereka mengundurkan diri dengan berbagai alasan, diantaranya bekerja di luar kota dan luar negeri, cuti melahirkan maupun tidak mendapat izin cuti dari perusahaan tempat mereka bekerja. Karena itu, Irwanto menyarankan, untuk mengikuti ujian nasional tahun depan.
    Irwanto menyatakan, bagi siswa yang dinyatakan lulus ujian kesetaraan paket C, nantinya akan mendapat ijazah resmi yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan setempat, serta Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dengan demikian, ijazah dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maupun melamar pekerjaan.
    “Ijazahnya itu nanti yang tanda tangan ya dari kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun. Kalau masalah bobot materi soal, sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya sedikit lebih ringan daripada SMA. karena kedalaman materi tentu lebih luas SMA, karena waktu belajarnya juga lebih banyak di SMA daripada paket C,” ungkap Irwanto, Rabu (6/4/2016).
    Sementara itu, Ketua PKBM Al Mustofa, Wantini mengungkapkan, puluhan siswa yang mengikuti Ujian Nasional Paket C, berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, diantaranya Drop Out (DO), maupun berasal dari keluarga tidak mampu. Karena itu, selama proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, pihaknya rutin melakukan jemput bola. Upaya ini dilakukan, agar siswanya semangat belajar untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
    “Ya, bermacam-macam lah alasannya, karena di PKBM itu memang unik. Himbauan dari kami, karena ijazah paket C itu bisa untuk kuliah, jadi ayo lebih ditingkatkan semangat belajarnya,” katanya.
    Wantini menjelaskan, dari 63 peserta ujian nasional paket C di Kota Madiun, Suparti tercatat sebagai peserta UN tertua yakni berusia 60 tahun dari PKBM Al Mustofa, sedangkan termuda, Agasari Puspita(17) dari PKBM Poncowati dan Giyanti(17) dari PKBM Al Mustofa. Sementara itu, mata pelajaran yang diunaskan, yakni Bahasa Indonesia, Geografi, matematika, Sosiologi, Bahasa Inggris, Ekonomi dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).
    Sumber : http://jatim.antaranews.com/lihat/berita/175516/serapan-apbd-kabupaten-madiun-masih-minim

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728