Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Tak Puas Sandang ODF, Pemkot Madiun Gelar Studi EHRA



    MADIUN (KR) Untuk mengetahui perkembangan dan kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku higienis, Pemkot Madiun menggelar pelatihan studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) di Aula Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Senin (7/3/2016). Pelatihan ini diikuti oleh 27 enumerator dari 27 kelurahan yang ada di Kota Madiun.

    Kasi Pelayanan Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Madiun, Suprapto mengatakan, tujuan dan manfaat dari pelatihan ini untuk mengumpulkan data primer guna mengetahui gambaran kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat yang beresiko terhadap kesehatan lingkungan. Selain itu, juga untuk mengumpulkan informasi dasar yang valid dalam penilaian resiko kesehatan lingkungan, serta memberikan advokasi kepada masyarakat akan pentingnya layanan sanitasi.

    "Satu kelurahan diwakili satu orang enumerator. Satu orang enumerator nanti akan mencari 40 responden. Jadi total nanti ada 1080 responden dari 27 kelurahan. Studi EHRA ini untuk membuat langkah awal membuat isu sanitasi menjadi visibel atau mudah dilihat. Hasil study ini akan dipakai acuan di semua SKPD,"katanya, Senin (7/3/2016).

    Suprapto menjelaskan, meski sanitasi di Kota Madiun sudah sangat layak, namun pelatihan ini tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan dilingkungan pasca dibuatnya buku putih pada tahun 2013 lalu.

    "Saat ini sanitasi di Kota Madiun sudah sangat bangus. Tetapi masih ada yang resiko tinggi seperti pengolahan tinjal pasca dari sapiteng. Larinya tinjal ini kita tidak tau kemana. Karena di Kota Madiun ini belum ada instalasi pengolahan tinjal. Petugas nanti surfey ke masyarakat. Hasilnya nanti sebagai peninjauan kembali strategi sanitasi Kota Madiun,"jelasnya.

    Sementara itu, Seksi Penyehatan Lingkungan, Dinkes Provinsi Jawa Timur, Dwi Setyo Agus memberikan apresiasi terhadap Kota Madiun. Pasalnya, Kota Madiun menjadi kota pertama di Indonesia yang mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan.

    "Madiun kan merupakan salah satu kota yang sudah mendeklarasikan ODF. Di Indonesia ini cuma Kota Madiun yang sudah ODF. Masyarakatnya telah 100 persen menggunakan jamban yang sehat sebagai sarana buang air besar,"katanya.

    Meski Kota Madiun sudah dinyatakan ODF, lanjut Dwi Setyo Agus, namun pelatihan tetap dilakukan untuk mengetahui apakah sanitasi di Kota Madiun ini mengalami perkembangan atau justru hanya jalan ditempat.

    "Ini sebenarnya survey yang kedua. Sekarang ini ingin ditinjau kembali, apakah masih sama atau ada peningkatan. Kami dari provinsi akan melakukan monitoring dan membantu pelaksanaan laporan analisa ini. Kami mengharapkan hasil study ini dapat memberi masukkan kepada pemerintah daerah untuk menungkatkan pelayanan sanitasi di daerah,"tandasnya.
    Sumber : http://www.realita.co/index.php?news=-Tak-Puas-Sandang-ODF,-Pemkot-Madiun-Gelar-Studi-EHRA~3b1ca0a43b79bdfd9f9305b81298296293cf3c2a7485b3f6546a174f45d75f20

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728