lifestyle,

Tak Diperbaiki, KA Madiun-Yogya Diusulkan Stop Operasi

Maret 17, 2016 madiunkita 0 Comments


MADIUN (KR) Kereta Madiun Jaya atau kereta api jurusan Madiun ke Yogyakarta terus menerus mogok dan tidak bisa diperbaiki. Karenanya, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) 7 Madiun mengusulkan ke PT KAI Pusat agar untuk menghentikan operasional kereta api tersebut.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Supriyanto mengakui, sampai saat ini tim sarana dan teknisi PT KAI belum dapat memperbaiki kerusakan mesin KA jenis kereta disel ini. Terdapat sejumlah onderdil yang tidak bisa didapatkan di dalam negeri. Selain itu pengadaannya juga cukup sulit dan harganya mahal. “Kami mengusulkan dua opsi ke PT KAI Pusat. Pertama pengadaan mesin atau penggantian rangkaian kereta lokomotif, mengingat peminat KA Madiun Jaya cukup banyak. Opsi kedua dihentikan,” ujarnya, kemarin.

Upaya penggantian kereta lokomotif ini bertujuan agar PT KAI tidak kehilangan potensi pendapatan. Karena diakui, sejak berhenti operasional pada tanggal 15 Februari lalu sampai pertengahan Maret 2016, PT KAI kehilangan pendapatan sekitar Rp290 juta. Hal ini didasarkan pada asumsi rata-rata penumpang harian mencapai 200 orang dengan harga tiket Rp50 ribu. “Itu kerugian kita selama tidak beroperasi satu bulan ini. Kemarin waktu pertemuan dengan PT INKA kita sudah sampaikan, memang kesulitan kita untuk maintenance KRDI (Kereta Rel Diesel Indonesia) Madiun Jaya,” ungkap Supriyanto.

KA Madiun Jaya sudah tidak beroperasi sejak Senin 15 Februari lalu. Penonaktifan ini dilakukan karena sering mengalami kerusakan mesin. KA Madiun Jaya diproduksi tahun 2008 dan sejak beroperasi pada 2011 lalu, KA Madiun Jaya tercatat enam kali rusak. Mulai dari permasalahan mesin, kelistrikan, dan lainnya. Sebagai alternatif, pengguna angkutan kereta bisa menggunakan KA Argo Wilis, KA Sancaka, KA Malioboro dan kereta penumpang lainnya.

Namun harge tiketnya juga berbeda sebab kelasnya juga berbeda. Untuk KA Argo Wilis misalnya, harga tiketnya sekitar Rp80 ribu. “Beda kelas dan beda jadwal. Tapi bisa jadi alternatif. Kami sih berharap ada pengganti,” ujarnya.
Sumber : http://www.koran-sindo.com/news.php?r=6&n=39&date=2016-03-16

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.