lifestyle,

Raskinda Jelek, Pemkot Madiun Ancam Tuntut Rekanan ke Jalur Hukum

Maret 17, 2016 madiunkita 0 Comments


MADIUN (KR) Pemerintah Kota Madiun mengancam akan menempuh jalur hukum jika pemenang lelang pengadaan beras miskin daerah (Raskinda) memaksakan diri menyalurkan beras kualitas jelek ke rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) warga Kota Madiun. Hal ini karena pengadaan raskinda menyedot anggaran cukup besar sekitar Rp 5,5 Milyar dari dana APBD kota Tahun 2016.
Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi mengatakan, karena pengadaan raskinda menggunakan sistem lelang terbuka dan tidak bertumpu pada Bulog, pemenang lelang dalam hal ini PT Trie Utama Karya dari Sawojajar Kota Malang, diharapkan dapat mengirimkan beras kualitas medium yang layak dikonsumsi masyarakat.
Bahkan, selaku Ketua tim koordinasi raskin dan raskinda Kota Madiun, Maidi meminta seluruh RTS-PM melapor ke petugas maupun pemerintah daerah jika menerima beras jelek atau tidak layak konsumsi. Disisi lain, Sekda menyarankan, petugas di tingkat kelurahan mengecek kualitas beras raskinda sebelum didistribusikan ke masyarakat.
“Dalam proses pengiriman ini ada beras yang tidak baik, tetap dibuang. Kita buat ketat, dan memang nggak boleh didistribusikan. Sanksinya bagi rekanan ya, ketika ini harusnya selesai distribusi akhir Maret, tapi kok tidak selesai, ya di Pinalti, tidak ada ampun. Dan saya minta ke masyarakat kalau menerima beras tidak baik, tolong di kembalikan dan komplain. Bila perlu, pemenangnya lelang tatkala itu jelek kemudian disalurkan akan saya tuntut secara hukum,”Ungkap Sekda, Rabu(16/3/2016).
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sosial (Pereksos) Pemkot Madiun, Wahyudi mengakui, sejauh ini pihaknya telah menerima dua laporan kualitas beras raskinda jelek, diantaranya kondisi bulir beras pecah dan berwarna kuning. Dua lokasi tersebut yakni di Kelurahan Klegen Kecamatan Kartoharjo dan Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo. Sebagai upaya pemerintah kota memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat, penggantian raskinda di Kelurahan Klegen sudah dilaksanakan.
“Berasnya kuning dan hancur ini, makanya kami tolak dan tidak didistribusikan. Seperti hari ini di Nambangan Lor, sepertinya berasnya ini tidak layak, dan harus diganti sesuai spesifikasi dan tentunya layak untuk dikonsumsi,”Tuturnya.
Data di Bagian Pereksos Pemkot Madiun penerima raskinda Kota Madiun Tahun 2016 sebanyak 2.721 RTSPM, terinci Kecamatan Kartoharjo 1.030 RTS-PM, Kecamatan Manguharjo 639 RTS-PM dan Kecamatan Taman 1.052 RTS-PM dengan alokasi 489.780 kilogram. Sampai pertengahan Maret 2016, pendistribusian raskinda di Kota Madiun mencapai 30 persen.
Sumber : http://www.rri.co.id/madiun/post/berita/257484/daerah/raskinda_jelek_pemkot_madiun_ancam_tuntut_rekanan_ke_jalur_hukum.html

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.