lifestyle,

Ragam Cara Warga Ponorogo Menyambut Gerhana Matahari

Maret 10, 2016 madiunkita 0 Comments


PONOROGO (KR) Berbagai macam kegiatan dilakukan oleh warga Ponorogo dalam menyambut gerhana matahari yang terjadi pada Rabu (9/3/2016). Beberapa ritual tradisi digelar selain Sholat Gerhana yang dilakukan di hampir semua masjid di wilayah Ponorogo.
Di kelurahan Ronowijayan, warga melakukan kegiatan memukul lesung atau lebih dikenal dengan “Gejug Lesung”. Tradisi memukul alat penumbuk padi ini biasa dilakukan saat terjadi gerhana bulan dan matahari. Menurut kepercayaan orang dulu, lesung merupakan bagian tubuh dari Betara Kala, raksasa yang menelan matahari karena dendam kepada Betara Surya. Dengan memukul lesung, harapannya matahari akan segera dimuntahkan lagi oleh Betara Kala.
“(Tradisi) Ini tinggalan para leluhur, dulu orang jawa (jika) ada gerhana matahari atau bulan, kita membuat suara dengan memukul lesung dan peralatan dapur,” terang Soimun, sesepuh desa.
“Gunanya untuk tola bala untuk mengusir sesuatu hal yang tidak baik” tambahnya.
Kegiatan lain yang dilakukan oleh warga Ponorogo, adalah mengamati gerhana dengan berbagai alat. Mulai dengan teropong seperti yang digunakan mahasiswa STAIN Ponorogo maupun peralatan sederhana lainnya seperti kacamata gerhana atau bekas negatif film.
Sementara, komunitas Reyog dari desa Mrican menggelar tarian Reyog di Alun-alun Ponorogo untuk menyambut gerhana.
“Dulu kita ingat kakek nenek kita bercerita kalau ada gerhana matahari keluarlah mengambil kentongan agar gerhananya cepat selesai,” kata Wisnu HP salah seorang pemrakarsa gelaran Reyog tersebut saat diwawancarai.
Menurut Wisnu, sebagai pemuda, dia dan teman-temannya punya cara sendiri memaknai anjuran nenek moyang tersebut.
“Kita memaknai itu dengan hal yang berbeda, kami sebagai pemuda melakukannya,” terang Wisnu.
“Makanya kendang, tipung, kenong, slompret ini adalah cara kami untuk menciptakan bunyi bunyian dan membuat betara kala itu pergi” lanjutnya.
Berikut beberapa Foto kegiatan warga Ponorogo saat gerhana berlangsung.
Sumber : http://www.wakoka.co.id/ragam-cara-warga-ponorogo-menyambut-gerhana-matahari/

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.