sponsor

sponsor

news

madiun

ngawi

Life & style

magetan

lifestyle

Pariwisata

» » » » PT KAI Madiun Bongkar Pagar, Soal Tanah Warung Belum Jelas


MADIUN (KR) Langkah PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daop 7 Madiun melakukan pembongkaran bangunan di sebelah timur Stasiun Besar Madiun, Senin(21/3/2016).
Pembongkaran bangunan dilakukan untuk akses jalan petugas PT KAI ke kantor mekanik Berlokasi di Jalan Kompol Soenaryo sisi timur. Dalam penertiban, sebelumnya sempat terjadi tarik ulur, karena sejumlah warung di lokasi tersebut juga akan ditertibkan PT KAI. Padahal bangunan selama ini ditenpati warga merupakan asset Pemkot Madiun.
“Pembongkaran bangunan bertujuan untuk akses jalan menuju kantor mekanik, kami memerlukan akses luas, karena nantinya dilalui kendaraan berat untuk bangunan jembatan maupun rel. Sementara ini, baru satu set bangunan gudang milik KAI yang dibongkar,” jelas Manager Humas PT KAI Daops 7 Madiun Supriyanto.
Menurutnya soal nasib warung menempati asset pemkot di depan gudang PT KAI itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun. Baru satu set bangunan gudang dibongkar. “Angkutan barang sudah dipindah disisi timur, sehingga butuh akses uas. Kami juga sudah melakukan komunikasidengan instansi terkait, seperti Kesbangpol dan Satpol PP,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pemilik warung, Agustinus mengaku kecewa dengan langkah PT KAI melakukan pembongkaran asset, karena selama ini warga belum mendapat sosialisasi dari PT KAI. Sosialisasi justru datang dari Pemkot Madiun medio Desember 2015 lalu, intinya bangunan fasilitas umum itu milik pemkot.
“Kalau meminta pemkot, kami bisa menerima, nggak apa-apa. Tapi tiba-tiba PT KAI melakukan penggusuran, beberapa hari lalu sempat diberi surat pemberitahuan, intinya bahwa kalau ada barang-barang rusak, akibat pembongjaran PT KAI tidak mau tanggung jawab,” tandasnya.
Ia mengatakan upaya PT KAI Daop 7 dinilai merugikan warga, warga menempati bangunan sekitar 5 tahun, ada warung kopi, tempat cukur maupun jualan koran. “Kami selama menampati bangunan tersebut, kami hanya diminta bayar pleser ke Pemkot Madiun. Apa urusannya PT KAI terus mendesak agar bangunan tersisa dibongkar,” ujarnya keheranan.
Dilaporkan, dalam pembongkaran itu, mendapat perhatian kalangan DPRD setempat, langsung turun melihat pembongkaran itu. Mereka yaitu Wakil Ketua DPRD Didik Yulianto (PDIP), Atmsnto ( Nasdem) dan Armaya (Demokrat). Mereka meminta agar dalam pembongkaran pagar itu tidak serta merta membongkar warung, jika pembongkaran tetap dilakukan dapat menimbulkan keresahan,” ujar Armaya.
Benar saja, pembongkaran pagar dilakukan petugas dengan hati-hati, agar tidak mengenai 3 warung, para anggita DPRD dengan setia menunggui. Begitu juga sejumlah pemilik warung menunggui, soal kepemilikan tanah terjadi tarik ulur, PT KAI menganggap sebagai tanahnya. Sedangkan, pedagang anggap milik Pemkot Madiun.
Sumber :  http://www.suarakumandang.com/2016/03/21/pt-kai-madiun-bongkar-pagar-soal-tanah-warung-belum-jelas.php

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply