Header Ads

ad728
  • Breaking News

    MUI Khawatirkan Tarian LGBT di Sejumlah Kafe di Kota Madiun


    MADIUN (KR) Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) sudah mengkhawatirkan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun, menerima informasi sangat mencemaskan, yang mengungkap di sejumlah kafe di kota sekecil Kota Madiun ini, menggelar tarian dilakukan lelaki dengan bertelanjang dada di depan penonton lelaki;  yang mengindikasikan adanya aktivitas LGBT.
     
    “Ini sudah mengkhawatirkan. Perlu kepedulian sejumlah pihak untuk meluruskan perilaku menyimpang yang jelas melanggar norma agama maupun sosial,”  kata KH. Muhammad Sutoyo, Ketua MUI Kota Madiun dalam sebuah diskusi, seperti dikutip Radar Madiun.
     
    MUI Kota Madiun, lanjut Muhammad Sutoyo menyatakan tidak sependapat,  jika LGBT dikaitkan dengan persoalan ekonomi. Juga bukan faktor keturunan. 
     
    “LGBT, murni karena penyimpangan perilaku seksual dan itu bisa dipulihkan untuk kembali normal,” katanya.
     
    Diskusi yang digelar atas prakarsa MUI ini, diantaranya diikuti Satuan Binmas Kepolisian Kota Madiun, sejumlah wakil dari organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.  Dari diskusi tersebut tercapai kata sepakat menolak pelegalan LGBT. Sementara MUI menambahkan seruan, agar Khotib Jumat di seluruh masjid di Kota Madiun menyampaikan khotbah yang mengungkap tentang dosa besar terhadap perilaku seksual menyimpang, serta segenap akibatnya. 
     
    Ada sejumlah ayat  Alquran dan Hadits Nabi Saw, yang mengurai dengan tegas tentang dosa besar, ancaman, larangan dan bahaya LGBT. “Setiap shalat jumat, khotib harus menyampaikan khotbah yang mengupas tentang bahaya LGBT ini,” tegas Muhammad Sutoyo.
     
    Dalam diskusi tersebut juga dibahas tentang pembuatan internet masjid, dengan tujuan utama untuk antisipasi agar LGBT tidak menyebar ke anak-anak. Karena kecepatan informasi, sudah sedemikian pesat. Internet sudah berada di genggaman anak-anak dan remaja. Mereka, dapat mengakses internet hanya dengan telepon genggam.
     
    MUI Kota Madiun, segera melakukan studi banding ke sejumlah masjid di Kota Surabaya, yang telah menyelenggarakan internet di masjid.
     
    Sumber : http://www.suara-islam.com/read/index/17457

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728