Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Mentan Semprot Bulog Madiun karena Belum Malakukan Pembelian Gabah ke Petani



    MADIUN (KR) Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman  mengungkapkan kejengkelannya pada Bulog yang hingga kini belum melakukan aksi pembelian gabah langsung kepada petani.
    Akibat ini, harga gabah petani anjlok dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
    "Saya keliling mulai dari Jawa Barat, Tengah hingga Timur, ternyata pembelian gabah ditingkat petani masih dibawah HPP,"kata Mentan Amran Sulaiman saat Panen Raya di Sentra Produksi Padi Korem 081 Dhirot Saha Jaya (DSJ) Madiun, Kamis (3/3/2016).
    Pernyataan Mentan ini dilontarkan saat Rapat Koordinasi Pengamanan Harga Gabah dengan 11 Kepala Daerah se-wilayah Korem 081 Dhirot Saha Jaya (DSJ) Madiun, di Markas Korem (Makorem) setempat.
    "Saya heran, Bulog tidak kunjung melakukan aksi pembelian gabah langsung kepada petani. Padahal saat ini harga gabah di tingkat petani anjlok antara Rp 3.200 - Rp 3.500 per kg. Begitu juga tadi mendapat laporan dari para kepala daerah se-Korem ini, harga masih dibawah HPP," kata Mentan.
    Lantaran itu, lanjut Amran Sulaiman, Bulog lewat Direktur Pemasaran Bulog Wahyu, diperintahkan melakukan perjanjian pembelian dengan kepada daerah se-wilayah Korem Madiun.
    "Saya minta Bulog membuat perjanjian dengan para kepala daerah ini, agar Bulog bisa mengamankan dan siap membeli gabah langsung kepada petani," ujar Mentan.
    Kejengkelan Mentan ini bermula dari keluhan seluruh Kepala Daerah se-wilayah Korem Madiun, seperti diungkapkan Bupati Madiun Mutharom.
    Dikatakan Mutharom, anjloknya harga gabah di tingkat petani biasa terjadi saat musim panen raya tiba.
    "Kami tidak bisa berbuat banyak mengahadapi harga gabah petani dibawah HPP. Dengan anjloknya harga gabah petani ini, tentu saja petani tidak bisa menikmati hasil panen sesuai ketetapan pemerintah," kata Mutharom.
    Hal yang hampir sama juga dikatakan Bupati Ngawi Budi Sulistyono Kanang, yang wilayahnya disebut sebagai lumbung padi Jatim ini, juga Bupati Magetan Sumantri, yang tak bisa dipungkiri wilayahnya sebagai penyumbang lumbung padi Jatim ini.
    Umumnya 11 Kepala Daerah ini menyambut langkah yang diambil Mentan dengan perjanjian yang dibuat dengan Bulog ini.
    Menurut Mentan Amran Sulaiman, perjanjian antara Kepala Daerah dengan Bulog ini tidak hanya berlaku di Jatim saja, tapi berlaku di seluruh Indonesia.
    "Mulai hari ini, Bulog harus membeli gabah petani langsung kepada petani. Dan penandatanganan ini bukti kesiapan Bulog,"tambah Mentan Amran Sulaiman.
     
    Dikatakan Mentan, Sesuai Inpres 17 Maret 2015 lalu, harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) dengan kadar maksimum air 25 persen dan hampa maksimum 10 persen Rp 3.700 per kg di petani atau Rp 3.750 per kg dipenggilingan.
    Gabah Kering Giling (GKG) kualitas kadar air minimum 14 persen dan kotoran 3 persen Rp 4.600 per kg di penggilingan atau Rp 4.650 per kg di gudang Bulog.
    Sementara, untuk pembelian beras kualitas kadar air maksimum 14 persen, butir patah maksimum 20 persen, kadar menir 2 persen dan derajat sosoh minimum 95 persen Rp 7.300 per kg di gudang Bulog.
    "Saya tidak ingin berlama-lama, segera lakukan pembelian dengan jalin kerjasama pemerintah setempat, hingga pemilik gudang dan pengeringan,”kata Mentan.
    Direktur Pemasaran Bulog Wahyu megakui Bulog sempat alami kerepotan dalam melakukan pembelian gabah langsung kepada petani.
    “Saya akui Pak Menteri, kami (Bulog) seperti terbirit-birit dalam menerima tugas membeli gabah langsung ke petani. Sebab, kami sebelumnya terbiasa membeli beras, jadi bukan membeli gabah,”kata Wahyu.
    Ia juga menyatakan siap melakukan pembelian sesuai HPP yang ditetapkan.
     
     "Saya akan meminta langsung keseluruh jajaran Bulog hingga ke tingkat Divisi Regional (Divre), agar segera melakukan pembelian gabah petani," kata Wahyu didepan Mentan, Aster Kasad, dan 11 kepala daerah di se-wilayah Korem Madium

    Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2016/03/03/mentan-semprot-bulog-madiun-karena-belum-malakukan-pembelian-gabah-ke-petani

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728