sponsor

sponsor

news

madiun

ngawi

Life & style

magetan

lifestyle

Pariwisata

» » » » Ketika Angin Puting Beliung Menerjang Tiga Desa di Madiun


MADIUN (KR) Bencana imbas dari puncak musim hujan masih jadi cerita utama di akhir Maret 2016 ini. Walau tragedi banjir jadi bencana yang paling disorot, namun ternyata masih banyak kejadian bencana lain yang terjadi impak dari musim hujan.
Seperti yang baru saja dilaporkan oleh Antaranews, bencana puting beliung menerjang tiga desa sekaligus di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Angin puting beliung ini terjadi tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda sebelumya. Puting beliung menerjang tiga desa saat hujan lebat. Akibat dari puting beliung ini, puluhan rumah warga dilaporkan rusak kategori sedang sampai berat. Kencangnya terjangan angin puting beliung sampai menumbangkan sejumlah pohon besar.
Membenarkan kejadian ini, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Madiun, Heri Suyoko mengatakan bahwa angin puting beliung di Madiun terjadi saat hujang mengguyur deras, Jumat sore, 18 Maret 2016.
Angin puting beliung ini menerjang Desa Sidomulyo dan Kanung Kecamatan Sawahan serta Desa Wayut Kecamatan Jiwan. Catatan impak dari angin puting beliung yang diterima BPBD menyatakan sedikitnya puluhan rumah rusak di tega desa tersebut. Kebanyakan rumah rusak di bagian atap karena kencangnya angin yang bertiup saat hujan deras. Bahkan satu rumah di laporkan roboh total.
Rumah warga yang roboh karena puting beliung adalah milik Tawar warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan. Tawar merasa beruntung karena saat tiupan angin berputar sangat kencang persis menerjang rumahnya, Ia sempat melarikan diri keluar rumah dan berlindung di rumah tetangganya sampai akhirnya rumahnya betul-betul roboh dan seluruh barangnya tertimbun material reruntuhan rumah.
Kesaksian dari warga di Desa Sidomulyo, Kabupaten Madiun, angin puting beliung datang saat hujan deras di sore hari menjelang malam. Tiba-tiba saja genting rumah bertebaran kesana kemari dan bangunan rumah yang terbuat dari kayu bergoyang sangat keras. Warga setempat pun memilih berlarian keluar rumah, rela basah karena hujan deras daripada tertimbun rumah yang hampir ambruk diterjang puting beliung.
Setelah kejadian angin puting beliung ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengimbau masyarakat Madiun untuk mengantisipasi terulangnya kembali puting beliung. Sebab sampai dengan akhir bulan Maret 2016, cuaca buruk dengan curah hujan tinggi masih akan berlangsung.
Banjir, tanah longsor, dan puting beliung kini sedang betul-betul menjadi ancaman, kesiapsiagaan mengadapi bencana tersebut adalah hal mutlak. Alam yang berontak memang tak bisa dicegah, tapi kesadaran manusia setidaknya bisa untuk mengurangi risiko buruknya.
Sumber : http://blog.act.id/angin-puting-beliung-menerjang-tiga-desa-di-madiun/

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply