Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Di Ngawi, Dirjen PSP Kementan Warning Bulog


    NGAWI (KR) Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melalui Dirjen PSP Kementan Gatot Irianto Sumarjo menekankan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) wajib membeli gabah dari petani langsung. Ditegaskan juga, haram hukumnya apabila melakukan pembelian melalui pihak kedua seperti para tengkulak ataupun pengusaha gabah. Pernyataan Gatot-sapaan akrab Dirjen PSP Kementan saat menghadiri panen raya padi di Desa Karangmalang, Kecamatan Kasreman, Ngawi, Jawa Timur, Senin (29/02).
    “Jadi Bulog harus turun kelapangan langsung sewaktu musim panen dan melakukan pembelian ke petani. Jangan sampai Bulog ini melakukan pembelian melalui pihak lain yang nantinya merusak harga padi hasil panenan petani,” tegas Gatot.
    Dalam panen raya bertemakan ‘Panen Raya Serentak Stok Terjamin Propinsi Jawa Timur’ tersebut, Gatot yang mewakili Kementan mengatakan warning kepada Bulog tidak lepas untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah. Menyusul harga gabah dibeberapa daerah mulai mengkhawatirkan. Seperti di Jawa Barat harga gabah kering panen (GKP) saat ini sudah mulai anjlok semula Rp 5.000/kilogram sekarang Rp 4.800 /kilogram.
    Harga itu tandas Gatot berbalik dengan instruksi Kementan kepada Bulog dala melakukan pembelian ke petani dengan harga Rp 4.700-Rp 4.800/kilogram. Dirjen PSP Kementan berharap, ada perbaikan harga di tingkat petani melalui penyerapan gabah oleh Bulog. Dengan demikian, disparitas harga yang biasanya terjadi antara produsen (petani) dengan konsumen bisa diatasi.
    ‎Sisi lain Gatot memberi contoh tingginya disparitas harga untuk produk bawang. Menurutnya, harga bawang hari ini di tingkat petani Rp 5000, sementara begitu sampai di kota terjadi lonjakan drastis sampai Rp 30 ribu. Ulasnya, panen raya yang dilakukan di wilayah Kabupaten Ngawi tersebut memang menjadi bagian dari panen raya serentak di tujuh propinsi. Pada waktu yang sama, Gatot mengatakan bahwa Andi Amran Sulaiman selaku Mentan menghadiri panen raya di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
    Sementara itu Bupati Ngawi Budi Sulistyono atau biasa dipanggil Kanang disela-sela panen raya menandaskan, prioritas sekarang ini memang mengarah ke pertanian mulai benih, pupuk hingga insfrastruktur terutama sarana irigas pertanian secara bertahap sudah diselesaikan. Dia akui semenjak Kementan dan TNI intervensi kedalam menjadikan para tengkulak mulai tertib alam melakukan pembelian gabah.
    “Masalah awal terkait pertanian ini untuk di Kabupaten Ngawi sudah diselesaikan secara bertahap. Dan perlu diketahui semenjak Kementan dan TNI intervensi kedalam langsung sangat menguntungkan petani. Alasanya, para tengkulak sudah tidak seperti dulu main harga seenaknya,” ungkap Kanang.
    Dikatakan juga menyangkut hukum wajib bagi Bulog untuk melakukan pembelian gabah ke petani memang sudah menjadi kewajiban salah satu BUMN itu. Tetapi yang perlu dicatat kata Kanang, apabila memang anggaran yang dimiliki Bulog kurang maka pihak pemerintah daerah siap melakukan pembelian selama ada perintah. Pada dasarnya, pihak Pemkab Ngawi siap take over apabila Bulog keteteran menyangkut instruksi Kementan.
    Kemudian pada panen raya selain dihadiri Dirjen PSP Kementan juga tampak Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Rahmad Pribadi, anggota DPR RI Komisi IV Ibnu Multazam, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Hardani Lukitanta Adi demikian juga Letkol Inf. M. Triyandono Dandim 0805 Ngawi ditambah Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi.
    Sumber : http://www.siagaindonesia.com/117622/di-ngawi-dirjen-psp-kementan-warning-bulog.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728