Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Pemkot Madiun Terancam Kehilangan PAD Ratusan Juta


    MADIUN (KR) -  Pemkot Madiun terancam kehilangan pendapatan asli daerah (PAD)-nya sekitar Rp. 770 juta per tahun, jika kementerian pimpinan Ignasius Jonan mengambil alih pengelolaan terminal bus Purboyo, Kota Madiun yang berada di jalan Basuki Rahmad pada tanggal 2 Oktober 2016 mendatang.

    Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Kota Madiun, Heri Suwartono mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, terminal bus tipe A atau bus yang melayani Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), pengelolaannya harus dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Perhubungan. Sementara untuk terminal tipe B atau terminal bus angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), pengelolaanya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, Jawa Timur. Barulah terminal tipe C atau terminal angkutan kota, dikelola oleh Pemerintah Daerah.

    "Kewenangan itu nanti akan memangkas kewenangan daerah. Kita hanya diperbolehkan mengelola terminal tipe C saja. Sedangkan terminal tipe C itu PAD-nya cuma Rp. 8 juta per tahun,"katanya, sembari menjelaskan Pemkot Madiun memiliki terminal tipe C di jalan Mayjen Sungkono dan Kelurahan Manisrejo, Minggu (31/1).

    Heri Suwartono menjelaskan, saat ini sejumlah persiapan telah dilakukan untuk proses pengambilalihan tersebut. Di antaranya, inventarisasi personel, peralatan, pembiayaan, dan dokumen (P3D). Jika nanti terminal sudah diserahkan, lanjut Heri, petugas pun diperbolehkan untuk memilih apakah nanti akan ikut Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Daerah.

    "Pesonilnya di terminal boleh memilih, untuk jadi pegawai pusat atau pegawai daerah. Namun kewenangan sepenuhnya di pak Walikota,"ujarnya.

    Lantas bagaimana rencana kepindahan terminal Purboyo Madiun dari jalan Basuki Rahmad ke jalan Raya Ringroad yang telah direncanakan sejak dua tahun lalu? Menurut Heri, rencana tersebut akhirnya kandas ditengah jalan pada saat proses Detail Enginering Desain (DED).

    "Kalau rencana perpindahan ke Ringroad itu kan kemarin masih tahapan DED. Karena terbit aturan baru pas kita ngurus ijin, maka kita nggak jadi pindah di Ringroad,"jelasnya.

    Sekedar untuk diketahui, tahun 2014 lalu, PAD dari terminal Purboyo terealisasi Rp. 796 juta dari target Rp. 834 juta. Sedangkan ditahun 2015, PAD dipatok Rp. 770 juta dan terealisasi 100 persen. "Target kita Rp. 770 juta, terealisasi Rp. 770 juta lebih Rp. 100 ribu. Kelebihan Rp. 100 ribu ini dari jumlah penumpang yang nggak bisa diprediksi,"tandasnya.
    Sumber : http://realita.co/index.php?news=Pemkot-Madiun-Terancam-Kehilangan-PAD-Ratusan-Juta~3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962d4d1e65ecae653831b3079cbd1adf775

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728