Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM di BRI Kanca Ngawi



    NGAWI (KR) Kegigihan pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian terus berjalan. Salah satu indikator dalam hal pengentasan kemiskinan dapat dilihat dari kesejahteraan sebuah masyarakat yang merata.
    Pemberian kredit sebagai modal usaha untuk para pengusaha mikro kecil telah dilakukan pemerintah sejak lama. Program tersebut mendapat sambutan baik dan dukungan dari berbagai pihak, terutama dari lembaga-lembaga keuangan. Bank Rakyat Indonesia (BRI), salah satu lembaga keuangan yang turut mendukung penguatan ekonomi rakyat melalui pemberian KUR dengan bunga ringan.
    Dalam acara Percepatan Penyaluran KUR 2016 yang diadakan oleh BRI Unit Pasar Besar Kabupaten Ngawi, dilaporkan sebagaimana selama ini yang telah dilakukan oleh BRI, pemberian IUMK dari tahun ke tahun selalu meningkat.
    “Terlebih ada KUR yang dirasa sangat membantu usaha mikro kecil dalam mengembangkan usahanya, dengan suku bunga rendah, 2% setiap tahun,” ujar Kristanto, pemimpin BRI Kanwil Malang, melalui perwakilannya.
    Menambahkan, memasuki tahun 2016 ini, pelayanan KUR yang telah disalurkan kepada 44.543 orang pengusaha mikro dan kecil mencapai 675.701.000.000 rupiah. KUR Mikro untuk platform 0 hingga 25 juta rupiah diberikan kepada 46.661 pengusaha mikro kecil, sebesar 551 milyar rupiah. Sedangkan untuk KUR Retail, platform diatas 25 – 500 juta rupiah diberikan kepada 880 orang pengusaha mikro kecil, yaitu sebesar 124,5 milyar rupiah.
    Acara yang digelar pada 19 Februari 2016 tersebut dihadiri oleh Ir. Budi Sulistyo, Bupati Ngawi. Dalam sambutannya, Budi mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menteri Koperasi dan UKM RI sebagai dukungannya terhadap upaya menyejahterakan masyarakat yang berakhlak berbasis pembangunan pedesaan.
    “Pembangunan pedesaan tentu melibatkan umkm dan pasar, bisa dianggap itu adalah poin utama dalam menjalankan visi tersebut, karena indikasi daerah adalah ketika pasar desanya ramai masyarakatnya sejahtera,” ungkap Budi. “Pembangunan kesejahteraan masyarakat di Ngawi pun berorientasi pada pasar desa, karena jika pasar kuat maka perekonomian di daerah itu bagus,” imbuhnya.
    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengungkapkan semua ini intinya akan bermuara untuk menurunkan tingkat kemiskinan, di seluruh dunia berkeinginan untuk kesejahteraan masyarakat.
    “Pemerintahan saat ini terus bersemangat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan itu wajib, melalui dukungan pemerintah kepada program-program yang ada di masyarakat. Diharapkan nantinya kemiskinan berkurang, pengangguran berkurang, kesejahteraan meningkat,” tambah Puspayoga.
    Puspayoga menegaskan kemungkinan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) turun menjadi 7% tahun depan. Hal ini merupakan salah satu upaya Presiden Joko Widodo untuk mengurangi kemiskinan. “Saat ini suku bunga KUR 9%, penurunan jadi 7% terus dikaji, lalu digodok dengan kementerian terkait, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujarnya.
    Menurutnya suku bunga KUR sekarang 9% dan subsidi bunga dari pemerintah sebesar Rp10,5 triliun, diharapkan penyaluran KUR bisa efektif dan mencapai target. “Jika bunga KUR bisa dimungkinkan turun jadi 7%, seluruh lapisan dapat memanfaatkan, sekaligus menyehatkan usaha. Sekaligus bisa ditingkatkan penyaluran dari yang sudah ada,” tutupnya.


    Sumber : http://diskopumkm.jatimprov.go.id/view-media.php?pages=det_berita&id=104

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728