Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Ancaman longsor, BPBD Madiun siapkan posko terpadu di lereng Wilis



    MADIUN (KR) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun melakukan pemetaan titik rawan bencana tanah longsor di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan. Di kawasan tersebut, BPBD memetakan 14 titik rawan.
    Kepala BPBD Kabupaten Madiun, Edy Hariyanto mengatakan, Desa Mendak yang berada di lereng Gunung Wilis ini merupakan wilayah paling rawan terjadi longsor saat musim hujan bila dibandingkan dengan wilayah lain di Kabupaten Madiun.
    “Ada 14 titik rawan longsor di Desa Mendak tersebut lokasinya berdekatan dengan rumah warga sehingga membahayakan keselamatan masyarakat,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (31/01/2016).
    Menurut Edy, karena titik rewan berada disekitar pemukiman, pihaknya pun meminta warga setempat lebih waspada.
    Sedangkan guna mengantisipasi adanya bencana longsor, BPBD telah menyediakan posko terpadu untuk memantau situasi kerawanan bencana di Desa Mendak.
    “Posko tersebut akan memantau semua perkembangan yang ada dan juga memuat semua informasi masing-masing titik rawan bencana,” kata dia.
    Sementara, Kepala Desa Mendak, Nur Cholifah, menanggapi wilayahnya yang rawan bencana, menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Pengairan Kabupaten Madiun guna melakukan perbaikan sejumlah infrastruktur desa yang rawan longsor.
    “Hasilnya disepakati Dinas PU Pengairan akan melakukan perbaikan pada tiga talud yang digunakan sebagai aliran air dan memantau titik rawan longsor di tiga dusun yang ada di desa setempat,” katanya.
    Pihaknya juga meminta dan menyosialiasikan kepada warga desa setempat untuk mencari lokasi yang aman jika hendak mendirikan rumah. Hendaknya tidak berdekatan dengan tebing yang rawan longsor saat curah hujan tinggi.
    Ia menambahkan, sesuai laporan dari BMKG Juanda ke BPBD Kabupaten Madiun, intensitas hujan masih akan tinggi hingga akhir Februari mendatang.
    “Untuk itu, warga yang bertempat tinggal di wilayah rawan longsor, hendaknya selalu waspada dan jika perlu mengungsi ke tempat yang aman,” katanya.
    Data BPBD Kabupaten Madiun mencatat, secara umum terdapat 21 desa di lima kecamatan kabupaten setempat yang rawan terdampak bencana alam tanah longsor selama musim hujan berlangsung. Desa yang rawan longsor tersebut terdapat di lereng Gunung Wilis. Di antaranya di Kecamatan Dagangan, Kare, Gemarang, Wungu, dan Saradan.
    Dari sejumlah wilayah tersebut, paling rawan terjadi longsor adalah desa-desa di Kecamatan dagangan seperti, Desa Mendak, Tileng, Padas, Nganget, Segulung, dan Ketandan.
    Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2016/01/31/ancaman-longsor-bpbd-madiun-siapkan-posko-terpadu-di-lereng-wilis.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728