Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Rekanan Proyek DPRD Kota Madiun Didenda Rp 29,3 Juta per Hari


    MADIUN (KR) - PT. Aneka Jasa Pembangunan (PT. AJP) selaku rekanan proyek Gedung DPRD, Kota Madiun akhirnya bisa bernyanyi "sorak-sorak bergembira". Pasalnya, Sekwan DPRD, Kota Madiun, Agus Sugijanto mengampuni rekanan dari Surabaya itu dengan memberikan penambahan waktu 50 hari untuk merampungkan proyek di jalan Taman Praja itu.

    "Mulai 1 Januari, argo berjalan seperseribu per hari dari nilai kontraknya. Dalam arti mereka kena denda perpanjangan waktu itu Rp. 29,3 juta per hari dan dibayarkan ke Kas Daerah,"katanya kepada Realita.co, Senin (4/1).

    Dikonfirmasi apa alasan yang mendasari perpanjangan waktu 50 hari ini? Agus Sugijanto berdalih jika perpanjangan waktu tersebut diberikan berdasarkan surat kesanggupan bermaterai yang ditandatangani Direktur Utama PT. AJP.

    "Yang menjadi pertimbangan kami ya kesanggupan tertulis bermaterai yang ditandatangani Direktur PT. AJP. Bahwa isinya, sanggup menyelesaikan dalam waktu 50 hari. Kemudian tidak menuntut ganti rugi pembayaran apabila terjadi keterlambatan pembayaran dalam proses pembayaran di PAK. PT AJP juga menyanggupi membayar denda seperseribu dari nilai kontrak,"dalihnya.

    Sejak habis kontrak 31 Desember kemarin, Manajemen Kontruksi (MK) melaporkan kepada Pengguna Anggaran (PA), bahwa progres pekerjaan sudah mencapai 95 persen. Agus Sugijanto menguraikan, kekurangan 5 persen ini meliputi finishing genteng, plesteran, acian, saluran air dan plafon. Namun, sesuai kesanggupan PT. AJP mampu menyelesaikan pekerjaan selama 14 hari perpanjangan.

    "Per 31 Desember kemarin menyisahkan 5 persen. Estimasi kurang 5 persen ini, PT. AJP sanggup menyelesaikan selama 14 hari,"ujarnya.

    Mantan Kabag Hukum, Pemkot Madiun ini melanjutkan, jika tenaga pekerja dikerahkan lebih dari 300 orang, dimungkinkan pekerjaan tersebut akan selesai tidak lebih dari 14 hari. Namun jika tenaga kurang dari perkiraanya, dimungkinkan akan molor kembali, dan hal ini lah yang membuat PA deg-degan. Apalagi dari pantauan Agus Sugijanto usai tahun baru, tenaga yang bekerja diproyek APBD tahun 2015 itu berkurang drastis.

    "Saat ini kan tinggal finishing. Kalau finishing sebenarnya progresnya kecil tetapi kan butuh waktu. Itu kalau tenaga cukup antara 300 orang, bisa selesai sebelum 14 hari. Tetapi kemarin saya lihat tenaga sempat berkurang selama tahun baru,"ungkapnya.

    Diketahui, dari data Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD), Kota Madiun, PT. AJP saat ini sudah mengantongi duit APBD Kota Madiun tahun 2015 sebesar 90 persen dari nilai kontrak proyek tersebut, atau Rp 26,3 miliar.
    Sumber : http://realita.co/index.php?news=-Rekanan-Proyek-DPRD-Kota-Madiun-Didenda-Rp-29,3-Juta-per-Hari~3b1ca0a43b79bdfd9f9305b81298296262cef67d04cc30c0165a799a99cf636d
     

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728