lifestyle,

ODK Di Magetan Mendapat Bantuan Kaki Palsu

Januari 05, 2016 madiunkita 0 Comments


MAGETAN (KR) - Sebanyak 10 warga Magetan, Jawa Timur yang menderita kecacatan berat atau kerap disebut Orang Dengan Kecacatan (ODK) mendapat bantuan alat mobilitas dalam bentuk bantuan protese kaki palsu dan tangan palsu. ”Bantuan ini hasil kerjasama Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Magetan dengan Yayasan Kasih Daska Indonesia Jakarta,” ujar Parni
Hadi, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Magetan. “Hal ini mengingat bantuan anggaran kabupaten Magetan untuk pengadaan alat bantu tersebut sangat terbatas, selain itu karena mengingat protese kaki palsu dan tangan palsu harganya relatif cukup mahal,” jelasnya. Bantuan yang diberikan kepada ODK diharapkan dapat membantu aktifitas sehari-hari serta hidup secara wajar dan dapat percaya diri seperti orang normal.
”Semoga saja untuk ke depan Dinsos tetap akan mengupayakan alat bantu bagi ODK yang belum mendapat fasilitas,” tuturnya.
Mendapatkan hal tersebut, tak sedikit mereka (ODK) merasa terbantu. Seperti Sugiyem (45) dirinya mengaku sangat senang setelah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Magetan. ”Terima kasih untuk dinas Sosial, bantuan pemberian kaki palsu ini sangat membantu kegiatan saya sehari-hari,” jelas Sugiyem yang mengalami kaki buntung sejak tahun 1995 lalu.
“Kalau bisa dengan segera pihak pemerintah dapat memberi bantuan modal usaha. Habis mau gimana lagi, mau usaha tapi nggak ada modal,” akunya.
Ibu satu anak ini mengaku dirinya cacat karena kecelakaan kereta api pada tahun 1995 lalu. ”Kaki kanan saya terpaksa harus diamputasi karena waktu itu terjepit body kereta api,” jelasnya. Saat ini ibu warga Desa Karangmojo, RT 3, RW 1 Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur setiap hari sebagai ibu rumah tangga, sedangkan suaminya bekerja serabutan. ”Dengan adanya bantuan kaki palsu ini, kegiatan semua jadi lancar dan saya secara pribadi percaya diri, karena saya juga dapat bekerja seperti orang normal,” paparnya.
Kesekian kalinya dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Magetan untuk dapat memberi bantuan modal sehingga dapat untuk menambah penghasilan. ”Maunya saya, sich, pemerintah bisa membantu modal supaya bisa membantu suami saya,”terangnya. Senada yang dikatakan Sugiyem, Paimin warga Tawanganom RT 4, RW 3 Magetan juga merasa senang, dirinya mengaku bantuan kaki palsu ini sangat membantu. ”Harga kaki palsu ini relative sangat mahal, jadi bantuan ini sangat membantu,”pungkasnya.
Sementara itu kedepan pihak Dinsos tetap mengupayakan alat bantu bagi ODK yang belum mendapatkan fasilitas kaki palsu maupun tangan palsu.
Sumber : http://www.suarakumandang.com/2016/01/04/odk-di-magetan-mendapat-bantuan-kaki-palsu.php

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.