Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Eks Anggota Gafatar Madiun Dibimbing Baca Syahadat


    MADIUN (KR) - Sebanyak 8 eks anggota Gafatar asal Kota Madiun yang diberangkatkan dari Asrama Haji Surabaya, akhirnya tiba di Madiun pada Senin malam, 25 Januari 2016.
    Namun sebelum kembali ke rumah masing-masing, para eks Gafatar itu lebih dulu dikumpulkan di Kantor Kesbanglinmas, Kota Madiun, untuk dibimbing mengucapkan dua kalimat syahadat.

    Pengucapan syahadat dipimpin oleh Ketua MUI Kota Madiun, Sutoyo, bertempat di Aula Kantor Kesbanglinmas Kota Madiun, Selasa 25 Januari 2016. Sebelumnya dilakukan pengarahan oleh berbagai pihak, seperti dari Polres Kota Madiun, Kodim 0803 Madiun dan Camat setempat.

    "Jadi syahadat tadi untuk kembali menyegarkan, bukan hanya para eks Gafatar tetapi juga untuk kita semua. Siapapun yang berbuat salah, sebaiknya mengucapkan kembali syahadat," ujar Sutoyo usai pertemuan.

    Sutoyo menambahkan, secara akidah, para eks Gafatar tidak berubah secara radikal. "Dari raut wajahnya, para eks Gafatar ini tidak berubah dari segi akidah. Mereka sepertinya belum banyak menerima doktrin-doktrin yang menyimpang saat berada di Mempawah Kalimantan Barat," kata Sutoyo.

    Salah satu eks anggota Gafatar, Edi Suryanto, mengaku masih trauma atas insiden pengusiran dan pembakaran tempat tinggalnya di Mempawah, Kalimantan Barat, oleh warga sekitar. Trauma itu masih melekat, meskipun kini sudah berada di kampung halamannya.

    "Di sana kami diusir dan kembali ke Kota Madiun ini. Kami khawatir disini kami juga akan diusir seperti yang kami alami di Kalimantan Barat," ucap Edi.

    Saat kembali ke Kota Madiun pun, 8 orang yang di dalamnya temasuk 3 anak-anak ini, mengaku sudah tidak mempunyai apa-apa.
    "Harusnya tahun ini, tanaman kami sudah panen. Namun dengan kejadian ini kami sudah tidak punya apapun. Kami berharap kepada Pemerintah Kota Madiun, bisa memfasilitasi kami mendapat modal usaha," tutur Edi, yang tercatat sebagai warga Jalan Manyar Keluarahan Nambangan Lor Kota Madiun.

    Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Kota Madiun dan TNI, menjamin keselamatan 8 eks anggota Gafatar saat kembali berbaur dengan masyarakat. "Tadi sudah kita dengan jaminan keamanan dari pihak yang berwajib. Mereka hanya perlu hidup normal seperti sebalumnya," kata Sekretaris Kesbanglinmas Kota Madiun, Suwarno.

    Menanggapi permintaan modal usaha, Suwarno mengatakan Pemkot akan menfasilitasi mereka untuk mendapatkan modal usaha, agar bisa hidup normal di Kota Madiun. "Yang penting saat ini, bisa kembali dengan selamat ke Kota Madiun. Soal modal usaha itu, kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak di Pemkot Madiun, untuk memebantu mereka," ucapnya.

    Berdasarkan data yang dikeluarkan Pemprov Jawa Timur, jumlah eks anggota Gafatar asal Jawa Timur yang sebelumnya diungsikan dari Kalimantan Barat sebanyak 387 orang.

    Mereka berasal dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, Gresik, Jombang, Jember, Kediri, Lamongan, Malang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan.

    "Jumlah tersebut terdiri atas 114 perempuan, 90 orang laki-laki, anak-anak ada 151, serta 32 bayi," kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Kini, semua eks Gafatar asal Jatim sudah dikembalikan ke daerah masing-masing.

    Sumber : http://m.news.viva.co.id/news/read/727969-eks-anggota-gafatar-madiun-dibimbing-baca-syahadat

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728