Header Ads

ad728
  • Breaking News

    100 Balita Ngawi Alami Kurang Gizi


    NGAWI (KR) - Data Dinkes Ngawi mencatat, dari 100 balita kurang gizi tersebut, sebanyak 37 balita di antaranya menderita gizi buruk dan sisanya kekurangan gizi.
    “Dinas sudah berupaya maksimal. Namun, terkadang perkara kurang gizi dan bahkan gizi buruk disebabkan karena adanya penyakit ikutan atau penyerta,” tegas Kasi Gizi Dinkes Ngawi Ratna Yustisiani di Ngawi, Sabtu (16/01/2015).
    Seperti perkara gizi buruk yg ditangani oleh Dinkes Ngawi terhadap balita Mukaromatul Kirom di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jogorogo. Balita berusia 4 tahun tersebut cuma memiliki berat badan 8kg.
    Penderitaan balita perempuan tersebut karena penyakit penyerta syaraf otak bawaan sejak lahir. Pada usia 4 bulan, balita tersebut sudah menjalani operasi di salah sesuatu rumah sakit. Namun, setelah operasi, pertumbuhannya justru terhambat sehingga mengalami kurang gizi. Bahkan, Kirom dikategorikan mengalami gizi buruk stadium ringan.
    Pihak dinas terkait sudah melakukan penanganan khusus terhadap perkara Kirom dengan mengikutsertakan yg bersangkutan ke dalam program penanganan gizi buruk Restu Ibu. “Namun, karena adanya penyakit penyerta, keadaan pertumbuhan balita Mukaromatul Kirom sulit disembuhkan,” jelas Ratna.
    Rata-rata penyakit penyerta yg ditemukan pada perkara kurang gizi pada anak, kata dia, di antaranya TBC, jantung, saluran pernapasan, dan kelainan darah.
    Sebanyak 100 balita kurang gizi tersebut ketika ini sedang mendapat pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan Ngawi. Dinas juga berusaha bagi menyembuhkan penyakit penyerta yg menyerang si penderita agar langsung sembuh sehingga peningkatan gizi bisa dilakukan. Secara umum, kurang gizi disebabkan oleh banyak faktor. Namun, mayoritas dari temuan perkara di Ngawi disebabkan oleh tingkat ekonomi dari keluarga balita. Faktor ekonomi keluarga yg rendah sangat berpengaruh pada asupan gizi yg diberikan pada balita.
    Oleh karena itu, pihaknya mulai lebih gencar lagi dalam memaksimalkan fungsi posyandu yg sangat berperan dalam memantau perkembangan kesehatan balita. Pihaknya juga mulai menugaskan para petugas kesehatan di puskesmas dan kader posyandu bagi turun segera ke lapangan guna mendata dan memantau kesehatan balita di Ngawi.
    Sumber : http://harusdibaca.net/100-balita-ngawi-alami-kurang-gizi.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728