Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Nasib Proyek DPRD Kota Madiun Diujung Tanduk


    MADIUN (KR) - Proyek gedung DPRD, Kota Madiun senilai Rp. 29, 3 Miliar dipastikan tidak akan selesai sesuai jadwal akhir masa kontar 20 Desember mendatang.

    Sekwan DPRD, Kota Madiun, Agus Sugijanto yang juga sebagai Pengguna Anggaran (PA) dalam proyek yang berada di samping Kecamatan Taman itu, dikonfirmasi mengaku pesimis proyek tersebut bakal selesai dalam dua Minggu kedepan."Ya masih pesimis. Kontraknya kan 31 Desember, tetapi kan dipercepat schedulenya terakhir tanggal 21 Desember,"katanya dihubungi realita.co melalui telepon, Minggu (6/12).

    Agus Sugijanto menjelaskan, proyek yang sempat kritis di Minggu ke-28 lantaran minus 12,65 persen itu, saat ini sudah membaik dengan hanya minus 2,91 di Minggu ke-29. Namun sesuai schedule, lanjutnya, perhitungan Minggu ke-30 akan dihitung pada Minggu (6/12) malam, dan harus mencapai progres 78 persen. Jika di Minggu ke- 30 progres pekerjaan tidak sampai 78 persen, Agus bakal melakukan Show Cause Meeting tahap ke-2 (SCM-2)."Di minggu ke-29 itu bagus, hanya minus 2,91 persen. Seharusnya 70 persen, tetapi baru 67,08 persen. Di minggu ke-30 itu Minggu malam, harus bisa mencapai 78 persen. Kalau nggak sampai 78 persen ya SCM-2,"paparnya.

    Menurutnya, saat ini pekerjaan yang paling berat pada pemasangan kerangka baja atap. Jika kerangka baja atap selesai dalam dua hari dan genteng terpasang, maka pekerjaan lainnya akan dapat terkejar. Apalagi Agus mengeklaim, PT. Aneka Jasa Pembangunan (PT. AJP) selaku pelaksana proyek, saat ini sudah menambah material dan tenaga kerja hingga 300 orang lebih.

    "Kalau besi kerangka baja atap naik, kemudian genteng bisa naik semua, itu bisa limit. Sebetulnya tinggal metode kerjanya ya, kalau atap bisa naik semua kan pekerjaan dibawah bisa selesai. Kalau bahan dan material ready. Tenaga juga sudah ditambah, tetapi pekerjaan kuncinya ya diatap itu,"ucapnya.

    Sementara, dikonfirmasi mengenai penambahan waktu 50 hari jika proyek itu tidak selesai, Agus Sugijanto menyatakan perpanjangan diperbolehkan, asalkan rekanan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu perpanjangan tersebut. Namun Agus merasa khawatir dalam perpanjangan waktu itu, rekanan bisa menyelesaikan pekerjaan.Pasalnya jika dalam perpanjangan waktu 50 hari tersebut rekanan tidak dapat menyelesaikan pekerjaan, maka bakal berimlementasi pada hukum.

    Selain itu, kecemasan Agus ini sangat beralasan, karena penambahan waktu 50 hari itu juga akan melebihi tahun anggaran 2015. Untuk itu, Agus mengaku akan berfikir ulang dan berkonsultasi terlebih dahulu kepada Walikota Madiun, Bambang Irianto."Kalau perpanjangan waktu, nanti saya harus berfikir dan dirapatkan ditingkat kota dulu. Nanti akan dilihat secara teknis, apakah perpanjangan waktu 50 hari bisa selesai apa nggak. Karena kan sudah melebihi tahun anggaran dan lompat tahun. Jadi banyak pertimbangan nanti untuk perpanjangan itu,"tandasnya.
    Sumber : http://realita.co/index.php?news=-Nasib-Proyek-DPRD-Kota-Madiun-Diujung-Tanduk~3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962b6252ad163a0e8e59393831d1c67c7e1

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728