Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Magetan Anggarkan Rp2,5 M untuk Bencana


    MAGETAN (KR) - Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan, Jawa Timur menyiapkan dana Rp 2,5 miliar untuk penanganan bencana alam, termasuk banjir dan longsor. Longsor dan banjir di daerah ini hampir terjadi setiap tahun.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, Agung Lewis mengatakan setiap musim hujan BPBD harus selalu siaga terhadap tiga kecamatan yang rawan banjir dan longsor. Ketiga kecamatan itu adalah Ponol, Plaosan, dan Sidorejo.

    Dari tiga kecamatan tersebut, ada 10 desa yang setiap musim hujan pasti terjadi longsor. Paling parah Desa Gonggang, Kecamatan Poncol. "Pasti setelah hujan, tanahnya longsor. Itu langganan hampir setiap tahun," kata Agung saat dihubungi HARIAN NASIONAL, Selasa (24/11).

    Menurut Agung, Kecamatan Poncol daerah yang sangat rentan terhadap longsor. Kondisinya berbukit-bukit dan banyak lereng-lereng curam. Kondisi tanahnya gembur sehingga sangat sering terjadi longsoran menutup jalan.
    "Kami kewalahan kalau sudah menutup jalan. Mulai tahun ini kami mengandalkan peralatan dan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Magetan," kata Agung.

    Tahun lalu, kata dia, banyak bangunan fasilitas ibadah yang ambruk akibat tanah longsor. Namun tidak pernah ada kasus korban luka dan meninggal.

    "Kearifan lokal memang luar biasa, padahal melihat kondisi letak tanah masyarakat di Kabupaten Magetan tidak cocok untuk dijadikan pemukiman," katanya.

    Melihat keadaan seperti itu, Agung tidak dapat berbuat banyak. Namun dia mengatakan telah menyiapkan skenario evakuasi untuk kemungkinan terburuk.

    BPBD Magetan saat ini memiliki alat pendeteksi gempa yang diberikan BNPB. Alat tersebut dipasang di Desa Gonggang. Dia mengklaim dengan alat tersebut dapat dipergunakan untuk 10 desa yang rawan longsor.

    "Alat tersebut sudah ada sekitar sebulan lalu. Kami sudah sosialisasikan kepada warga namun belum semua warga di kecamatan rawan mengetahui," katanya.

    Dia berencana mengirimkan 12 fasilator untuk sosialisasi berkenaan dengan alat pendeteksi gempa tersebut. "Kalau ada peringatan, kami akan prioritaskan bayi dan lansia terlebih dulu untuk dievakuasi," katanya.

    Agung mengatakan, untuk antisipasi bencana BPBD Magetan memiliki anggaran Rp 2,5 milyar dari APBD. Dana tersebut siap pakai untuk bencana alam.

    Dana tersebut, kata dia, tetapi tidak hanya digunakan oleh BPBD, tapi juga Dinkes, Dinas PU, dan SKPD lainnya untuk penanggulangan bencana.

    Sumber : http://www.harnas.co/2015/11/25/magetan-anggarkan-rp25-m-untuk-bencana

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728