Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Massa Gerakan Bela Negara Madiun Gelar Aksi Antikomunis



    MADIUN (KR) - Sejumlah massa yang mengatasnamakan Gerakan Bela Negara (GBN) Madiun, Rabu, menggelar antikomunis di Taman Makam Pahlawan, Kota Madiun, Jawa Timur, dalam rangka memperingati peristiwa Gerakan 30 September PKI tahun 1965.

    Dalam aksi tersebut, selain melakukan orasi, massa juga membawa poster yang bertuliskan kecaman dan penentangan paham komunis di tanah Indonesia. Di antaranya bertuliskan "NKRI Harga Mati", "Pancasila Yes", "PKI No", dan lainnya.

    Koordinator aksi, Kunto Setiyono mengatakan, aksi tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat Indonesia tentang peristiwa dan keganasan PKI yang dua kali melakukan pemberontakan terhadap NKRI, yakni tahun 1948 dan 1965.

    "Orasi yang kami suarakan dalam kegiatan ini, diharapkan mampu mencegah upaya masuknya paham komunis di Tanah Air yang semakin gencar saat ini hingga meresahkan masyarakat," ucap Kunto Setiyono.

    Pria yang juga menjabat Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia ini menilai banyak bermunculan indikasi gerakan PKI. Salah satunya penyebaran stiker, kaos, dan gambar lambang PKI berupa palu arit yang dikreasikan dengan seni, sehingga sulit terdeteksi adanya pelanggaran oleh aparat penegak hukum.

    "Lambang-lambang mereka mulai muncul dengan cara dikreasi, sehingga sulit dideteksi oleh hukum. Akibatnya, aparat hukum ragu untuk menahan, paling hanya 12 jam kemudian dilepas," ujar dia.
     Aktivitas seperti rapat-rapat gelap diduga juga terus terjadi di beberapa daerah dan sempat dibubarkan oleh aktivis anti-PKI.

    Tidak hanya penyebaran lambang PKI yang dibiaskan dengan kreasi seni, saat ini keberadaan paham komunis juga mulai menyusup ke semua elemen dengan berbagai metode agar dapat hidup dan berkembang kembali.

    Menyikapi hal itu, pihaknya akan gencar memberikan pencerahan ke pelajar dan masyarakat untuk mewaspadai gerakan-gerakan penerus PKI. Hal itu bertujuan agar ideologi komunis tidak berkembang dan tidak terjadi pemutarbalikkan fakta sejarah.

    Selain itu, massa juga menuntut aparat penegak hukum melaksanaan UURI Nomor 27 Tahun 1999 tentang keamanan negara yang berisi larangan penyebaran ajaran komunisme dan penggunaan lambang palu arit. Sehingga dapat menindak tegas jika ada pelanggaran, termasuk yang dibaurkan dengan seni.

    Setelah beraksi di kawasan Taman Makam Pahlawan, massa lalu melakukan "longmarch" menuju Alun-Alun Kota Madiun bagian Selatan untuk kembali melakukan orasinya. Aksi tersebut mendapat pengamanan ketat dari anggota Polres Madiun Kota.

    Sumber : http://www.rol.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/09/30/nvhyce280-massa-gerakan-bela-negara-madiun-gelar-aksi-antikomunis

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728