lifestyle,

Kekeringan, BPBD Ngawi Droping Air

September 15, 2015 madiunkita 0 Comments


NGAWI (KR) - Kekeringan yang semakin meluas membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngawi terpaksa melakukan droping air bersih ke sejumlah tempat di kota keripik ini.

Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Eko Heru Cahyono mengatakan, setiap harinya pihaknya melakukan droping air bersih tidak kurang dari 30.000 liter ke beberapa tempat berbeda, dengan mengandalkan enam unit truk tangki.

"Kekeringan yang terjadi di Ngawi tergolong parah tahun ini. Jumlah daerah yang mengalami kekeringan terus meluas. Jadi setiap hari kita selalu melakukan droping ke beberapa tempat berbeda," ujarnya, Senin (14/9/2015).

Eko menjelaskan, dari hasil koordinasi dengan Pemerinrah Provinsi Jawa Timur, wilayah Kabupaten Ngawi termasuk daerah yang tingkat kekeringannya mencapai status kritis.

Salah satu wilayah yang mendapat bantuan distribusi air bersih adalah Desa Papungan, Kecamatan Pitu, Ngawi. Desa Papungan hampir setiap hari mendapat bantuan air bersih, hal itu karena wilayahnya sangat kering dan merupakan tanah padas.

"Setiap tahun wilayah sini selalu krisis air bersih. Tapi tahun ini lebih parah dari tahun lalu karena sumber air yang ada hanya satu dan itu sudah kering beberapa bulan lalu," ujar Kepala Desa Papungan, Sudaryuni.

Daerah desa setempat yang terparah mengalami kekeringan adalah Dusun Glagah. Di daerah itu sedikitnya ada 200 kepala keluarga yang sangat menggantungkan kebutuhan air bersihnya dari bantuan BPBD.

Bahkan saat distribusi air bersih tidak dilakukan, warga terpaksa mencari air di bilik-bilik air sungai yang mulai mengering. Selain itu air yang di dapat dari bilik rata-rata berwarna keruh kehijau-hijauan.

Data BPBD Ngawi mencatat, sebanyak 46 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Ngawi terjadi kekeringan dan krisis air bersih dengan berbagai kategori. Mulai tingkat ringan, kritis, hingga berat.

Sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan itu, di antaranya adalah, Kecamatan Karanganyar, Bringin, Ngawi, dan Pitu. Berdasarkan informasi dari BPBD Jawa Timur, dampak dari El Nino maka musim hujan di daerah Ngawi diprediksi baru akan terjadi pada akhir Oktober atau awal November mendatang.

Sumber : http://m.beritajatim.com/politik_pemerintahan/247663/kekeringan,_bpbd_ngawi_droping_air.html#.Vfd1jH1tnUc

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.