Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kedelai Impor Tambah Mahal, Pedagang Tahu Di Ngawi Mengeluh


    NGAWI (KR) —Sejumlah pedagang tahu di Pasar Besar Ngawi, Jawa Timur, mengeluhkan tingginya harga kedelai impor yang berdampak pada omzet usaha mereka.

    Salah satu pedagang tahu di pasar setempat, Bambang, mengatakan kenaikan harga kedelai akibat dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah berimbas pada penjualan tahu yang telah ia lakoni selama ini.

    "Mahalnya harga kedelai sebagai bahan baku tahu membuat perajin mengurangi ukuran tahu produksinya. Akibatnya, pembelian menurun hingga 10% karena konsumen tidak puas dengan ukuran tahu yang kecil," ujarnya, Rabu (9/9/2015).

    Menurut Bambang, sebelum ada kenaikan harga kedelai impor, ukuran tahu yang dijualnya mencapai lebar 3,5 centimeter dan panjang 11 cm.

    "Sekarang, ukurannya diperkecil menjadi lebar 3 centimeter dan panjang 10 centimeter. Ibu-ibu yang belanja di pasar banyak yang protes, dan akhirnya batal beli," ungkapnya.

    Ia tidak dapat menaikkan harga jual tahunya karena takut semakin membuat dagangannya tidak laku. Meski demikian, ia tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya mengikuti pasar.

    Seperti diketahui, sebulan ini harga kedelai impor terus naik akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Harga kedelai impor di pasaran saat ini mencapai Rp8.700 per kilogram, padahal sebelumnya hanya mencapai Rp6.800 per kilogram.

    Kondisi tersebut tidak hanya dikeluhkan oleh para pedagang tahu dan tempe, namun juga perajinnya yang terimbas langsung pada biaya produksi.
    Sumber : http://surabaya.bisnis.com/read/20150909/10/83261/kedelai-impor-tambah-mahal-pedagang-tahu-di-ngawi-mengeluh

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728