Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Laba PDAM Tirta Taman Sari Madiun Lampaui Target


    MADIUN (KR) - Keuntungan atau laba bersih yang diperoleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Sari Kota Madiun setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hingga akhir tahun 2014, laba bersih yang diperoleh perusahaan milik pemerintah daerah mencapai Rp 6,5 Milyar, dibanding tahun 2013 lalu, laba yang diperoleh hanya Rp 4,6 Milyar.
    Direktur PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun, Bambang Irianto mengatakan, tingginya pertumbuhan laba bersih yang diperoleh PDAM pada tahun 2014, salah satunya dikarenakan adanya kenaikan tarif air bersih. Menurut Bambang, dari Rp 6,5 Milyar pendapatan bersih, 55 persennya atau Rp 3,5 Milyar masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kendati demikian, setiap tahunnya, Bambang menargetkan ada kenaikan realisasi yang diperoleh PDAM hingga surplus 10 persen setiap tahun.
    “Kita tergetkan setiap tahun ini surplusnya mencapai 10 persen lah, kita optimis kita mampu, karena mengacu tahun sebelumnya juga demikian,”Ungkap Direktur PDAM Kota Madiun kepada Radio Republik Indonesia, Selasa(4/8/2015).
    Bambang Irianto menjelaskan, tahun 2013 lalu, pemkot menargetkan PAD dari sektor pendapatan air bersih PDAM mencapai Rp 3 Milyar, terealisasi Rp 3,2 milyar. Tahun 2014 ditargetkan mampu menyumbang PAD Rp 3,2 Milyar, terealisasi Rp 3,5 Milyar, sementara tahun ini PDAM memperkirakan mampu menyumbang PAD sekitar Rp 3,6 Milyar dari target Rp 3,5 Milyar. Kenaikan sumbangan PAD yang tidak signifikan ini, karena tahun 2015 dimungkinkan tidak ada kenaikan tarif.
    Bambang menegaskan, peninjauan kenaikan tarif air bersih sesuai aturan yang ada, dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Sementara sesuai regulasi, biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk penggunaan air bersih, yakni 4 persen dari Upah Minimum Regional (UMR). Jika UMR Kota Madiun yang diberlakukan tahun 2015, sebesar Rp 1 juta 250 ribu, maka kebutuhan untuk membayar air bersih minimum sekitar Rp 40 ribu-Rp 45 ribu per bulan, namun PDAM Kota Madiun memberikan kelonggaran dengan memberlakukan tarif minimum Rp 25.500 per bulan.
    “Kalau kita berlakukan Rp 30 ribu per bulan sebenarnya bisa, tapi ya saat ini kita berlakukan tarif Rp 25.500,”Tandasnya.
    Sumber : http://www.rri.co.id/madiun/post/berita/186994/ekonomi/laba_pdam_tirta_taman_sari_madiun_lampaui_target.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728