Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Hindari Bentrok, KPUD Ngawi Tetapkan Dua Zona Kampanye


    NGAWI (KR) - Mulai hari ini masa kampanye pasangan calon (paslon) peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara resmi digelar. Tentunya, untuk menghindari bentrokan antar simpatisan maupun pendukung paslon pihak penyelenggara pemilu mengantisipasi dengan melakukan pemetaan wilayah yang dipakai sebagai ajang kampanye.
    Seperti yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Ngawi tetapkan dua zona kampanye dari 6 daerah pemilihan (dapil), Kamis (27/08). Untuk zona I meliputi dapil 1, 2 dan 3 sedangkan zona II meliputi dapil 4, 5 dan 6, dan dari dua zona serta 6 dapil ini membawahi 213 desa dan 4 kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Ngawi
    “Hari ini sudah dirapatkan termasuk melibatkan masing-masing tim sukses selain panwas dan kepolisian dan sudah terbagi atas dua zona. Jadi setiap paslon berkampanye pada wilayah yang sudah ditentukan, tentunya langkah ini untuk menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan,” jelas Syamsul Wathoni Ketua KPUD Kabupaten Ngawi.
    Selain kesepakatan zona kampanye beber dia, dihari yang sama juga ada kesepahaman mengenai lokasi alat peraga kampanye, pemasangan alat peraga kampanye yang dibiayai oleh KPUD sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor.08 Tahun 2015. Serta mekanisme pemasangan iklan di media massa yang difasilitasi KPUD sudah dikoordinasikan dengan kepolisian terhitung 14 hari sebelum masa tenang bergulir.
    Toni juga membenarkan alat peraga kampanye meski dibiayai KPUD secara keseluruhan baik baliho, umbul-umbul, dan spanduk maupun pamlet akan diserahkan sepenuhnya ke masing-masing tim kampanye tanpa melibatkan pihaknya. Namun selama masa kampanye yang berakhir 5 Desember 2015 mendatang setiap paslon harus mentaati mekanisme yang ada. Termasuk kampanye secara terbuka hanya diperbolehkan satu kali ditempat yang disediakan dengan pertimbangan sisi keamanan dari kepolisian.
    Akan tetapi untuk pertemuan tertutup ujar Toni memang tidak ada limit namun demikian peserta pertemuan yang dimaksudkan itu hanya dibatasi maksimal 250 orang. Sementara Suyatno Kepala Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Ngawi meyakini proses kampanye paslon yang baru digulirkan sampai masa tenang nantinya akan berjalan secara demokratis tanpa menjustice antar paslon terlebih melakukan black campaign.
    Terkait penetapan zona kampanye pihaknya mengakui akan memberikan dampak positif semua pihak. Terlebih akan mempermudah pemantauan yang dilakukan pihaknya selaku lembaga pengawas pemilu. “Kita himbau juga setiap tim kampanye sebelum menggelar agenda yang melibatkan massa harus membuat surat tertulis kepada kepolisan yang ditembuskan kepada kita selaku panwaslu,” terang Suyatno.
    Diluar itu selaku Panwaslu, Suyatno wanti-wanti kepada masing-masing tim kampanye untuk mentaati PKPU Nomor.07 Tahun 2015 tentang larangan penggunaan tempat ibadah, sekolah dan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye termasuk pemasangan alat peraga kampanye.
    Sumber : http://www.siagaindonesia.com/2015/08/hindari-bentrok-kpud-ngawi-tetapkan-dua-zona-kampanye

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728