lifestyle,

DPRD dan Forpimda Ponorogo gelar Rakor bahas anggaran ngendon di SKPD

Agustus 21, 2015 madiunkita 0 Comments


PONOROGO (KR) - DPRD Kabupaten Ponorogo menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Fungsi Pengawasan Terhadap Peraturan Daerah dan Pengelolaan Keuangan Daerah dalam Perspektif Hukum, di ruang paripurna lantai tiga DPRD, Kamis (20/08/2015).Peserta rapat terdiri dari DPRD, kepala seluruh SKPD, kepala sekolah, kepala UPTD dan para lurah itu sekaligus menjadi ajang perkenalan Pj Bupati Ponorogo, Ir Maskur yang baru aktif hari ini setelah dilantik Rabu (19/08/2015) kemarin.
Rapat dipandu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Miseri Effendi. Digelarnya rapat ini karena banyak SKPD sampai UPTD yang belum mampu menyerap anggaran sama sekali. “Bagaimana cara pengelolaan anggaran, bagaimana penyerapan anggaran, kami melihat teman-teman ini ada rasa ketakutan, was-was menyerap anggaran. Coba dicek di keuangan baru berapa persen? Justru dengan sikap takut berlebihan akan menghambat proses perekonimain di Ponorogo. Ekonomi jadi mandeg. Jika penyerapan maksimal maka pertumbuhan ekonomi juga bagus, bagaimana uang bisa berputar, maka rakyat akan sejahtera,” ucap  Misery Effendy.
Anggota Fraksi Partai Demokrat ini memberi contoh Dinas Pendidikan yang hingga kini  masih menyisakan dana sebesar Rp 80 miliar dari DAK, belum terserap sama sekali. Dengan demikian maka yang dirugikan adalah masyarakat .
“Ini kasihan, murid-murid butuh buku, ada dana tapi tidak diserap, tidak ada kegiatan. Ada apa? Kenapa pak Bupati, Kapolres, Kajari, Dandim dan Ketua PN kami datangkan karena untuk pendampingan agar SKPD tidak salah dalam laksanakan, dan penggunaan anggaran lebih tepat. Kami harap semua stake holder tidak alergi, tapi ada arahan,” ujarnya.
Ditegaskan, kalau anggaran segera dicairkan rentang Januari-Maret maka akan bermanfaat bagi masyarakat. “Saat ini sudah memasuki bulan kedelapan (Agustus), namun anggaran masih banyak yang belum terserap.  Kalau ngendon di kas daerah maka kesejahteraan, kemakmuran tidak akan tercapai. Pejabat kalau takut menyerap jangan jadi pejabat,” pungkas Miseri Effendi.
Sementara itu, sejumlah narasumber sengaja didatangkan antara lain Kapolres AKBP Ricky Purnama, Dandim 0802 Letkol Inf Slamet Sarjianto, Kajari Sucipto, Ketua Pengadilan Negeri dan Pj Bupati Ponorogo Ir Maskur.
Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Maskur menyatakan, sebaiknya para pejabat khususnya kepala SKPD , pegguna anggaran (PA), kuasa pengguna anggaran( KPA), panitia pengguna anggaran (PPA) tidak perlu paranoid dengan aturan yang bisa menjerumuskan ke masalah hukum. Ditegasknya,terkait anggaran,  paranoid justru akan menghambat proses pembangunan. Namun jika sudah dilaksanakan sesuai dengan Standar Opersional Prosedur (SOP) maka tidak akan jadi masalah.
“Jangan paranoid, sepanjang komplit tidak ada lagi keraguan. Tapi kalau mulai awalnya perencanaan tidak benar pastinya jadi masalah. Tapi kalau benar jangan ada yang ditakutkan,” kata Maskur yang bertekad membawa Ponorogo menuju perbaikan itu. Sehingga, lanjut Maskur, kalau prosedur sudah dijalankan dengan benar maka penegak hukum seperti Kapolres, Kajari tidak bisa berbuat apa-apa. Sepanjang normatif tidak ada ruang untuk ditakutkan. Mari kerja secara cerdas, santun dan tanggap,” tegas Bupati Maskur.
Senada dengan Bupati, Kajari Sucipto dan Kapolres Ricky Purnama menyampaikan hal yang sama. Malahan Kajari Sucipto menawarkan adanya pendampingan bagi SKPD-SKPD tanpa dipungut sepeserpun. Sebab Kajari selaku jaksa pengacara negara (JPN) Sucipto, menyatakan, pihaknya siap mendampingi SKPD-SKPD yang masih memiliki keraguan daalm pengelolaan  anggaran. “Kalau ragu-ragu atau takut (soal pengelolaan anggaran) bisa minta pendampingan dari Kejaksaan. Karena lebih baik mencegah daripada terjadi. Jadi kita ketemunya jangan pas ada kasus saja, tapi sebelum itu terjadi bisa kita cegah,” kata Sucipto.
Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2015/08/20/dprd-dan-forpimda-ponorogo-gelar-rakor-bahas-anggaran-ngendon-di-skpd.html

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.