Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Bernostalgia di Kota Lama Ponorogo


    PONOROGO (KR) - Dalam sejarah berdirinya Ponorogo, di Jawa Timur pernah mengalami perpindahan pusat pemerintahan. Sebelum di tempat sekarang ini pusat pemerintahan berada di sekitaran Pasar Pon, orang lebih suka menyebut Kota Lama.

    "Prapatan Pasar Pon" ini menjadi pusat kegiatan masyarakat, pasar ini berdiri sejak zaman Ponorogo berdiri sehingga sekarang, namun besar dan luasnya kalah dengan Pasar Songgolangit yang menjadi pasar induk Ponorogo sekarang ini.

    Prapatan (perempatan) ini menjadi batas 3 kecamatan yakni Babadan, Siman dan Jenangan, dan menjadi batas 4 kelurahan yakni Kadipaten, Singosaren, Mangunsuman, dan Patihan Wetan.

    Beberapa bangunan serta peninggalan bersejarah masih bisa kita nikmati dan kita pelajari dan dirawat sehingga sekarang. Berikut liputannya.

    Makam Setono, komplek makam para bangsawan sekaligus para penyebar agama Islam berada di timur perempatan belok ke kiri tepatnya di jalan Raden Katong, Kelurahan Setono, Kecamatan Jenagan.

    Ini menjadi salah satu tujuan wisata religi, karena di makam ini disemayamkan antara lain Sunan Katong (Raden Katong). Beliau putra Prabu Brawijaya yang merupakan utusan Raden Patah dari Demak untuk menyebarkan agama Islam sekaligus meredakan pemberontakan di Suru Kubeng (oleh daerah Jetis Ponorogo) yang dipimpin oleh Ki Ageng Kutu.

    Disemayamkan juga Ki Ageng Mirah (dari Demak), Patih Seloaji, dan para istri Sunan Katong berikut keturunan serta pengikutnya.

    Makam ini buka pada Kamis malam Jumat, dan bila ada peziarah di luar waktu tersebut bisa menghubungi juru kunci yang berada tidak jauh dari komplek makam.

    Dalam jalan menuju makam ada 3 gapura (regol) seperti gambar di atas, dan ada 3 pintu menuju bangunan utama. Dan di komplek makam tersebut ada masjid dan madrasah yang menjadi kegiatan keagamaan sampai sekarang.

    Masjid Kauman Kota Lama, berada di utara perempatan Pasar Pon belok kiri, bangunan masjid masih berdiri kokoh dan dipakai sampai sekarang. Angka tahun pembuatan 1560 dan dipugar tahun 1965 sesuai pada prasasti yang terdapat pada halaman masjid.

    Sumber : http://travel.kompas.com/read/2015/08/10/122600727/Bernostalgia.di.Kota.Lama.Ponorogo

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728