Header Ads

ad728
  • Breaking News

    BBWS Bengawan Solo Lakukan Normilisasi Waduk Di Madiun Anggarkan Rp. 3,5 Milyar


    MADIUN (KR) - Dua dari lima waduk besar yang ada dikabupaten Madiun dipastikan akan dilakukan pengerukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo karena sedimennya sudah tinggi, hingga kapasitas airnya mengalami penyusutan yang cukup drastis.
    Adapun untuk normalisasi atau pengerjaan proyek di tahun 2015 untuk rehab dan pemeliharaan Waduk Dawuhan, Notopuro dan Dam Wates, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo setidaknya mengucurkan dana hingga Rp. 3,5 milyar dari APBN.
    Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Madiun RM Hekso Setyo Raharjo kepada RRI Rabu (26/8/2015), ketiga waduk yang menjadi kewengannya mengalami kekeringan yang penyusutan airnya dari kondisi normal 100 persen tinggal 30 persen. Sehingga segera perlu dilakukan normalisasi yang direncanakan pengerjaannya selesai hingga akhir tahun 2015.
    “Sedangkan dua waduk, waduk Notoputo dan waduk Dawuhan saat ini kondisinya sedang dilakukan pengerukanoleh BBWS Bengawan Solo kerana sidementasinya sangat tinggi . Dan dua waduk ini sudah dilakukan pengerukannya, untuk yang waduk dawuhan sudah persiapan untuk dilakukan pengerukan dan alat-alat sudah penemapatan disana, sesangkan yang waduk Notopuro sudah mulai dikerjakan. Untuk yang dam Wates sudah selesai pelaksanaanya menyentuh pengerjaan fisik seperti pengerjaan mercu bendung, sedangkan untuk waduk dawuhan dan Notopuro hanya pengerukan saja, kata RM Hekso Setyo Raharjo.,”
    RM Hekso Setyo Raharjo menjelaskan, meski Waduk Widas berada diwilayah Madiun tetapi kewenangan dan penggunaanya untuk wilayah Nganjuk. Sementara Waduk Kedungbrubus belum ada laporan terkait adanya pendangkalan karena belum ada ijin operasional pemeliharaan (OP), sedangkan Waduk Saradan kondisi sedimennya masih dalam batas aman.
    Kapasitas atau kemampuan daya tampung air di Waduk Dawuhan dijelaskan RM Hekso Setyo Raharjo, dalam kondisi normal hampir 6 juta kibik. Tetapi pada musim kering beberapa waktu yang lalu air diwaduk Dawuhan menyusut secara bertahap, dari 3 juta kibik dan menurun drastis hingga hanya ada sekitar 1 juta kibik air.
    Pada kondisi air hanya ada 1 juta kibik tersebut diakui RM Hekso Setyo Raharjo, penyusutannya tidak hilang tetapi ditampung di 6 dam untuk mengaliri area pertanaian di 3 kecamatan yakni, kecamatan Madiun, Balerjo dan Wonoasri, punkasnya.,”

    Sumber : http://www.rri.co.id/madiun/post/berita/194081/daerah/bbws_bengawan_solo_lakukan_normilisasi_waduk_di_madiun_anggarkan_rp_35_milyar.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728