Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Walikota Madiun Himbau Sekolah Tak Melakukan Perploncoan saat MOS



    MADIUN (KR) - Walikota Madiun, Bambang Irianto mengaku sampai hari kedua pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) belum menerima pengaduan atau laporan terkait adanya sekolah yang melakukan perploncoan. Ini karena jauh hari pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudmudora) setempat  memberikan himbauan kepada masing-masing kepala sekolah.
    Walikota, Bambang Irianto mengungkapkan, selama pelaksanaan MOS yang berlangsung tiga hari, Senin-Rabu (27-29/7/2015), masing-masing sekolah diminta melakukan kegiatan yang mendidik dan bermanfaat bagi siswa baru, diantaranya memberikan informasi tentang sekolah, pengenalan guru, tata tertibnya, dan hal-hal pendidikan yang berkarakter.
    Menurut walikota, Orientasi sekolah bertujuan mengenalkan anak didik baru pada lingkungan sekolah dan guru, dan tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak berhubungan dengan proses belajar mengajar. Jika ada sekolah yang nekat melakukan perploncoan, walikota akan memberikan sanksi tegas.
    “MOS itu untuk pendidikan saja nggak usah macam-macam lah ya. Masa orientasi itu kan hanya untuk pengenalan lapangan. Siapa yang melakukan perploncoan tak sikat kepala sekolahe. Sejauh ini belum ada laporan ke saya,”Ungkap walikota kepada Radio Republik Indonesia, Selasa(28/7/2015).
    Walikota menyarankan, kepala sekolah dan guru tidak melepas MOS pada siswa (senior), sehingga harus didampingi dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan MOS. Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) No. 21 Tahun 2015, salah satunya berisi, orang tua yang memiliki siswa baru diharapkan datang ke sekolah untuk memasrahkan atau menitipkan siswa kepada guru.
    Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kota Madiun, Imron Rosidi menyatakan, jauh hari pihaknya meminta panitia sekolah serta OSIS, tidak melakukan MOS secara berlebihan, terutama dari sisi atribut. Menurutnya, hal tersebut sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang melarang perploncoan saat kegiatan MOS.
    Pihaknya menjelaskan, tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin, selama pelaksanaan MOS tahun ini, siswa baru diminta mengenakan pakaian batik, memakai topi unik kreatifitas siswa serta papan nama. Dalam kegiatan tersebut, siswa baru dikenalkan lingkungan sekolah, guru, tata tertib sekolah, serta hak dan kewajiban siswa selama belajar di SMA Negeri 1.
    “MOS kita nggak berlebihan. Kalau berlebihan nanti kita yang salah. Yang jelas, MOS yang sifatnya fisik, berbau kekerasan kita nggak lakukan. Karena MOS itu kan intinya mengenalkan kepada anak terkait sekolah baik fisik maupun non fisik. Artinya kalau fisik itu kenalkan gedung sekolah, kalau non fisik ya guru-gurunya itu. Kita menghindari perploncoan,”Tandasnya.
    Sumber : http://www.rri.co.id/madiun/post/berita/185251/pendidikan/walikota_madiun_himbau_sekolah_tak_melakukan_perploncoan_saat_mos.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728