Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Perebut Kursi Bupati Dan Wakil Bupati Cuma Dua Pasang, Pilkada Ngawi Rawan Tertunda


    NGAWI (KR) - Proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Ngawi yang rencananya digelar pada 09 Desember 2015 mendatang bisa saja tertunda. Kondisi ini lantaran terjadi setelah KPUD Ngawi secara resmi membuka pendaftaran calon bupati/wakil bupati sejak 26 Juli kemarin ternyata sampai waktu penutupan pendaftaran pada hari ini Selasa (28/07) cuma dua pasang yang resmi mendaftarkan diri.
    Kontan saja dengan kondisi semacam itu ada hal-hal lain yang mungkin sekali terjadi bilamana ada salah satu pasangan yang mendapatkan diskulifikasi pada tahapan berikutnya seperti tes kesehatan. Namun untuk memastikan ada tidaknya kekhawatiran tersebut Syamsul Wathoni Ketua KPUD Ngawi mengaku optimis tahapan selanjutnya setelah proses pendaftaran ditutup akan dilalui tanpa hambatan.
    Alasanya, apabila ada salah satu paslon yang gagal menjalani tes kesehatan bisa diganti oleh individu lain baik dari paslon yang berangkat dari partai maupun dari independent. “Misalnya gini ada salah satu pasangan yang tidak memenuhi syarat sewaktu tes kesehatan bisa diganti tapi dari internalnya masing-masing dan itu tidak mempengaruhi tahapan berikutnya,” jelas Syamsul Wathoni, Selasa (28/07).
    Dia katakan, kalau sudah masuk pada tahapan berikutnya pasca pendaftaran baik paslon maupun partai pengusung tidak boleh mengundurkan diri. Sehingga apa yang terjadi setelah itu tidak ada hal-hal yang dapat membatalkan prosesi Pilkada yang sudah dijadwalkan pelaksanaanya.
    Jelasnya lagi, untuk pasangan Agus Bandono-Adi Susila (ABAS) dipastikan akan menjalani tes kesehatan pada 28 Juli dan selang satu hari berikutnya akan menjalani psikotest. Sedangkan pasangan Budi Sulistyono (Kanang)-Ony Anwar (OK) meminta tes kesehatan pada 29 Juli dan hari berikutnya menjalani psikotest.
    Sedangkan hasil tes kesehatan maupun psikotest kedua pasangan tersebut akan diketahui pada 1 Agustus 2015. Menurut Toni panggilan akrab Ketua KPUD Ngawi ini, tim kesehatan yang diterjunkan meliputi dokter spesialis penyakit dalam, syaraf, mata, jiwa, neurologi, infeksi tropis, dan obgyn.
    Tes kesehatan dan psikotest kedua paslon akan dilakukan di RSUD Dr Soetomo Surabaya pada sesuai kesepakatan antara Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur dengan KPU. “Di RSUD Dr Soetomo Surabaya itu memang peralatan maupun lainya sudah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,” pungkasnya.Proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Ngawi yang rencananya digelar pada 09 Desember 2015 mendatang bisa saja tertunda. Kondisi ini lantaran terjadi setelah KPUD Ngawi secara resmi membuka pendaftaran calon bupati/wakil bupati sejak 26 Juli kemarin ternyata sampai waktu penutupan pendaftaran pada hari ini Selasa (28/07) cuma dua pasang yang resmi mendaftarkan diri. Kontan saja dengan kondisi semacam itu ada hal-hal lain yang mungkin sekali terjadi bilamana ada salah satu pasangan yang mendapatkan diskulifikasi pada tahapan berikutnya seperti tes kesehatan. Namun untuk memastikan ada tidaknya kekhawatiran tersebut Syamsul Wathoni Ketua KPUD Ngawi mengaku optimis tahapan selanjutnya setelah proses pendaftaran ditutup akan dilalui tanpa hambatan.
    Alasanya, apabila ada salah satu paslon yang gagal menjalani tes kesehatan bisa diganti oleh individu lain baik dari paslon yang berangkat dari partai maupun dari independent. “Misalnya gini ada salah satu pasangan yang tidak memenuhi syarat sewaktu tes kesehatan bisa diganti tapi dari internalnya masing-masing dan itu tidak mempengaruhi tahapan berikutnya,” jelas Syamsul Wathoni, Selasa (28/07).
    Dia katakan, kalau sudah masuk pada tahapan berikutnya pasca pendaftaran baik paslon maupun partai pengusung tidak boleh mengundurkan diri. Sehingga apa yang terjadi setelah itu tidak ada hal-hal yang dapat membatalkan prosesi Pilkada yang sudah dijadwalkan pelaksanaanya.
    Jelasnya lagi, untuk pasangan Agus Bandono-Adi Susila (ABAS) dipastikan akan menjalani tes kesehatan pada 28 Juli dan selang satu hari berikutnya akan menjalani psikotest. Sedangkan pasangan Budi Sulistyono (Kanang)-Ony Anwar (OK) meminta tes kesehatan pada 29 Juli dan hari berikutnya menjalani psikotest.
    Sedangkan hasil tes kesehatan maupun psikotest kedua pasangan tersebut akan diketahui pada 1 Agustus 2015. Menurut Toni panggilan akrab Ketua KPUD Ngawi ini, tim kesehatan yang diterjunkan meliputi dokter spesialis penyakit dalam, syaraf, mata, jiwa, neurologi, infeksi tropis, dan obgyn.
    Tes kesehatan dan psikotest kedua paslon akan dilakukan di RSUD Dr Soetomo Surabaya pada sesuai kesepakatan antara Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur dengan KPU. “Di RSUD Dr Soetomo Surabaya itu memang peralatan maupun lainya sudah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,” pungkasnya.
    Sumber : http://www.siagaindonesia.com/2015/07/perebut-kursi-bupati-dan-wakil-bupati-cuma-dua-pasang-pilkada-ngawi-rawan-tertunda

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728