lifestyle,

Pemkot Madiun Prioritaskan Penertiban Fasum diatas Trotoar

Juli 30, 2015 madiunkita 0 Comments


MADIUN (KR) - Pemerintah Kota Madiun akan mendahulukan penertiban fasilitas umum (fasum) yang menempati asset pemkot terutama yang berdiri diatas trotoar. Selain akan mewujudkan standar trotoar, hal ini juga bertujuan menyambut Wahana Tata Nugraha (WTN). Menindaklanjuti penertiban fasum dan ribuan kios permanen di lahan negara, pemerintah kota mengumpulkan tim penertiban dengan melibatkan TNI/Polri, Akademisi salah satu perguruan tinggi di Kota Madiun dan tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di ruang 13 Balaikota Madiun, Rabu(29/7/2015).

Ketua Tim Penertiban bangunan sekaligus Asisten I Bidang Pemerintahan dan Pembangunan, Andriono Waskito Murti dalam pemaparannya mengatakan, penertiban seribu lebih bangunan yang menyalahi aturan, tidak serta merta di lakukan. Rencananya, penertiban diprioritaskan bagi bangunan yang berdiri diatas trotoar. Menurut Andri, penertiban bangunan sengaja melibatkan akademisi dan TNI/Polri, untuk mengantisipasi jika kemungkinan ada gugatan terhadap berbagai pihak.

"Ya kita tidak tahu nantinya seperti apa, karena penertiban ini kan melibatkan seribu lebih bangunan. Kita mengantisipasi jika kemungkinan ada orang yang tidak terima, dan mengajukan gugatan,"Ungkap Andri, Rabu(29/7/2015).

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Maidi meminta Dinas Kebersihan dan Pertamanan segera menyiapkan tanaman berukuran tiga meter. Menurut sekda, ditargetkan akhir Agustus nanti, semua bangunan yang berada di Jalan Dr. Soetomo bagian utara siap dibuldoser, sehingga Oktober 2015, lokasi tersebut selesai dikerjakan sebagai percontohan. Meski melanggar, pemerintah kota juga akan berencana memikirkan penanganan sosial bagi masyarakat yang lokasinya dibongkar.

Disisi lain, Sekda Maidi menyarankan tim yang terlibat, mulai lurah, camat, maupun SKPD memberikan solusi atau mengarahkan masyarakat untuk tidak membuka kios atau perumahan permanen diatas lahan negara. Sekda mengaku akan memberikan kesempatan bagi para PKL yang saat ini mendirikan kios permanen terindikasi bermalasah, untuk membuat gerobak. Data sementara yang dihimpun pemerintah kota, saat ini secara keseluruhan ada 1.000 lebih, terinci Kecamatan Kartoharjo ada 486 bangunan, Kecamatan Manguharjo ada 383 bangunan, dan Kecamatan Taman ada 326 bangunan. Jumlah itu dapat bertambah maupun berkurang, karena pendataan masih terus dilaksanakan.

"Kita dahulukan yang ada di trotoar. Jadi saya minta jumlah bangunan itu masih dipilih lagi mana yang berada di trotoar mana yang tidak. Nanti konsepmya, trotoar itu akan kita keramik,"Tandasnya.
Sumber : http://rri.co.id/madiun/post/berita/185534/daerah/pemkot_madiun_prioritaskan_penertiban_fasum_diatas_trotoar.html

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.