lifestyle,

BPBD Sebut Gempa Tektonik di Madiun Terjadi Secara Tahunan

Juli 08, 2015 madiunkita 0 Comments

 
MADIUN (KR) - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menyatakan gempa skala kecil yang terjadi di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, pada Kamis (25/6), adalah gempa tektonik yang terjadi secara tahunan.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Edi Harianto, Selasa, mengatakan, kepastian sebagai gempa tektonik tersebut diperoleh dari hasil konsultasi serta pelaporan ke BMKG dan Pemprov Jatim.
 
"Itu gempa tektonik. Sewaktu-waktu bisa terjadi lagi karena sudah bertahun-tahun terjadi gempa serupa," ujar Edi Harianto, kepada wartawan.
 
Menurut dia, gempa tektonik tersebut disebabkan karena adanya lempengan di bawah wilayah Desa Klangon. Sesuai hasil penelitian, lempengan yang diprediksi sepanjang 20 Kilometer itu, awal titik koordinatnya berada di sekitar Gunung Pandan, yang terdapat di perbatasan Kabupaten Madiun, Nganjuk, dan Bojonegoro.
 
Pusat gempa ada di kedalaman 600 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan mengarah ke permukiman penduduk yang diprediksi bisa terjadi setiap tahun.
 
Edi menjelaskan, salah satu cara menghindari dampak pergerakan lempengan itu adalah tidak mendirikan bangunan di sekitarnya. Bagi warga yang telanjur membangun rumah di sekitar lempengan harus lebih hati-hati.
 
"Warga juga diimbau tidak menempatkan ruang vital rumahnya persis di atas garis lempengan itu. Hal itu untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi gempa," tambahnya.
 
Guna mendeteksi pergerakan tanah yang berada di lereng Gunung Pandan tersebut, BMKG memasang alat pendeteksi gempa. Alat itu dipasang di dalam area Satuan Transmisi Gunung Pandan.
 
Seperti diketahui, sesuai data BMKG, telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 4,2 Skala Ritcher (SR) pada Kamis (25/6) pukul 10:35 WIB di titik 7,73 LS, 111,69 LS dengan kedalaman 10 Kilometer (12 KM Tengggara Kabupaten Madiun, Jawa Timur).
 
Gempa tersebut juga dirasakan di sebagian wilayah Kabupaten Nganjuk yang berbatasan dengan Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Akibat gempa tersebut, sebanyak 57 rumah warga Desa Klangon mengalami kerusakan baik sedang maupun ringan.
 
Berdasarkan penuturan warga Desa Klangon, wilayah setempat sudah sering kali terjadi gempa ringan. Selama tiga bulan terakhir sudah terjadi delapan kali gempa.
 
Pihak BPBD Kabupaten Madiun meminta warga untuk tetap waspada dan siaga dengan gempa yang mungkin masih bisa terjadi di wilayah tersebut.
 
Sumber : http://www.harianterbit.com/hanterdaerah/read/2015/07/08/34571/20/20/BPBD-Sebut-Gempa-Tektonik-di-Madiun-Terjadi-Secara-Tahunan

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.