lifestyle,

Warga Saradan Madiun ancam paksa tutup galian C ilegal

Juni 26, 2015 madiunkita 0 Comments


MADIUN (KR) - Protes yang dilayangkan warga Desa Klumutan, Saradan, Madiun, Jawa Timur akhirnya direspon pengelola galian C. Secara khusus, Kepala Desa Klumutan Agus Proklamanto ditemui dan dijanjikan perbaikan jalan desa yang rusak dengan berkoordinasi dulu dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Ditemui Kamis (25/6/2015), Agus Proklamanto menyatakan dalam pertemuan tertutup tersebut dirinya atas nama warga desa menuntut pertanggungjawaban kerusakan jalan desa yang baru saja selesai di perbaiki oleh dinas PU. Apalagi, keruskaan tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat.
Pengelola galian C berjanji akan mendatangkan material guna perbaikan jalan dan bila hari ini pengelola ingkar janji, kepala desa dengan warga desa akan menghentikan paksa galian C tersebut.
“Dan jika hari ini janji pengelola tidak terwujud warga desa kami akan mengambil tindakan dengan menghentikan paksa operasi galian C tersebut. Warga sudah geram karena lapor sana sini tidak ada reaksi mas padahal ijin galian tersebut juga belum ada,” terang Agus pada lensaindoesia, kamis (25/6/2015)
Salah satu warga desa Purnadi (40) mengatakan, warga sempat menstop kegiatan pertambangan dan menghentikan setiap dam truck yang lewat mengangkut tanah dari galian. Aksi dari warga Klumutan berhasil dan tidak ada kegiatan dari galian selama dua hari. Namun pada hari berikutnya aktivitas pertambangan berlanjut lagi hingga sekarang.
“Warga desa menstop kendaraan karena tonase muatan melebihi kekuatan jalan sehingga merusak aspal jalan,” kata Purnadi pada lensaindonesia
Dampak lainnya dari kegiatan pertambangan galian C tersebut, Purnadi menuturkan, pertanian disekitar lokasi tambang terancam gagal. Karena akibat pengerukan tanah yang melebihi kedalaman 5 meter akan mengakibatkan berkurangnya resapan air serta rawan bencana longsor.
Seperti pemberitaan sebelumnya, meski belum mendapatkan ijin dari Provinsi, kegiatan galian C di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Madiun, Jawa Timur masih saja terus beroperasi. Sedangkan Satpol PP kabupaten Madiun melalui kasi Kasi Trantib Satpol PP Kabupaten Madiun Toni Agus Purnomo mengatakan pihaknya belum mendapat laporan dari pihak SDA sehingga pihak belum berani bertindak. Padahal Warga desa serta kepala desa sudah berusaha melaporkan
hal tersebut ke instansi terkait namun tidak ada tindakan sama sekali.
Untuk diketahui,di Kabupaten Madiun terdapat 13 galian dan lima di antaranya sudah berizin dan akan habis pada tahun ini. Sedangkan sisanya yakni delapan galian masih menunggu izin Propinsi termasuk di desa Klumutan.
Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2015/06/25/warga-saradan-madiun-ancam-paksa-tutup-galian-c-ilegal.html

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.