Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Ramadan, Produksi Brem Madiun Meningkat 5 Kali Lipat


    MADIUN (KR) - Produsen brem di Kabupaten Madiun, Jawa Timur meningkatkan produksi lebih dari lima kali lipat pada Ramadan. Mereka memasok makanan khas berbahan baku sari tape ketan untuk memenuhi permintaan pasar yang selalu melonjak drastis setiap libur Lebaran.

    "Saat hari biasa pengolahannya menunggu ketan jadi tape dulu, lamanya seminggu. Kalau sekarang, setiap hari memproses," kata Supiati, 43 tahun, produsen brem di Dusun Tempuran, Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Selasa, 23 Juni 2015.

    Sepekan sebelum Ramadan, Supiati yang dibantu lima orang pekerja memasak 125 kilogram per hari. Ketan sebanyak itu kemudian ditaburi ragi agar berfermentasi. Setelah menjadi tape, diambil sarinya dan dimasak lagi di atas kompor berbahan bakar kayu.

    Kemudian diangkat dan diaduk bersama bahan kue untuk memberikan beragam pilihan rasa, di antaranya anggur, stroberi, jahe,jeruk, coklat, dan durian. Namun, ada pula yang tanpa diberi perasa tambahan alias original.

    Setelah diaduk dengan menggunakan mixer, Supiati melanjutkan, sari tape ketan ditiriskan di papan panjang dan dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian dijemur di bawah sinar matahari dan brem siap dikemas ke dalam kardus ataupun toples. "Untuk kemasan di dalam toples kami buat dua tahun ini saat akan Lebaran. Biasanya buat parsel," ujar dia.

    Penjualan brem buatan Supiati meningkat. Pembeli dari sejumlah kota seperti Kediri, Surabaya, Jakarta telah memesan produk makanan khas tersebut. Mayoritas di antaranya mengenal produk itu karena dipasarkan melalui jejaring internet alias online.

    "Kalau penjualan melalui distributor masih belum ada peningkatan. Tapi, kami tetap menyiapkan stoknya sejak awal puasa," ujar Supiati.

    Prihantini, 58 tahun, produsen brem lain di Dusun Sumberejo, Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan mengungkapkan hal senada. Menurut dia, penjualan makanan khas itu belum mengalami peningkatan signifikan hingga hari keenam Ramadan.

    Meski demikian, ia tetap bersiap meningkatkan produksi. "Minggu ini mulai ditambah," ucap dia ditemui terpisah.

    Dalam sehari, menurut Prihantini, ketan yang diproses menjadi brem sebanyak tiga kuintal. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan pada hari biasa yang hanya 1,5 kuintal hingga 2 kuintal. Penambahan bahan baku itu untuk mencukupi permintaan konsumen yang dipredeksi meningkat pada setelah hari H Lebaran. "Pembeli biasanya para pemudik yang ingin membawa oleh-oleh dari sini," ujar Prihantini.


    Sumber : http://ramadan.tempo.co/read/news/2015/06/24/152677798/Ramadan-Produksi-Brem-Madiun-Meningkat-5-Kali-Lipat

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728