Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Lapas Kelas I Madiun Wajibkan Warga Binaan Ikuti Tarawih dan Tadarus


    MADIUN (KR) - Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun yang beragama islam, diwajibkan mengikuti kegiataan keagamaan selama bulan ramadhan. Tidak hanya salat tarawih secara berjamaah di masjid At-Taubah Lapas, warga binaan juga dibimbing untuk melaksanakan tadarus Al-Qur’an dan mengikuti pengajian. Meski tidak ada sanksi bagi warga binaan yang tidak mengikuti kegiatan keagamaan, namun dampaknya akan berpengaruh terhadap penilaian untuk mendapatkan hak selama di Lapas.
    Kepala Lapas Kelas I Madiun, Anas Saepul Anwar melalui Kabid Pembinaan, Masudi mengatakan, karena kegiatan keagamaan bersifat wajib, maka diharapkan seluruh warga binaan yang beragama islam, mematuhi aturan yang ditetapkan. Terlebih, keaktifan warga binaan mengikuti kegiatan tersebut, menjadi salah satu pertimbangan petugas lapas untuk memberikan remisi keagamaan seperti idul fitri, maupun hari besar lainnya.
    “Kegiatan itu ya wajib bagi mereka yang islam. Tapi ada juga yang kadang-kadang mereka ini badannya kurang sehat atau ada juga yang malas. Memang alasannya macam-macam, tapi petugas tidak henti-hentinya meminta mereka untuk salat, salat, salat. Yang jelas meski tidak ada sanksinya, tapi masuk dalam penilaian petugas, sehingga nanti menjadi pertimbangan untuk pemberian hak-hak seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat serta hak mendapat remisi,”Ungkap Masudi kepada Radio Republik Indonesia, Sabtu(20/6/2015).
    Menurut Masudi , kegiatan kerohanian islam menjadi agenda tahunan Lapas, terutama selama pelaksanaan ramadhan agar seluruh warga binaan dapat memperdalam pengetahuan agama. Selama ramadhan, seluruh warga binaan yang berstatus narapidana maupun tahanan, selepas tarawih diharuskan mengikuti kegiatan sampai pukul 22.00 WIB, sedangkan pagi hari, kegiatan serupa dilakukan mulai pukul 07.00 sampai 11.00 WIB diikuti secara bergantian, mulai salat duha , mendengarkan tausiyah atau ceramah mubaligh yang didatangkan dari Kementerian Agama Kota Madiun maupun Pondok Pesantren Temboro Magetan.
    Sementara itu, salah satu warga binaan Lapas Kelas I Madiun, Awi Tohari mengaku senang mengikuti kegiatan program pembinaan kerohanian islam di Lapas. Menurut laki-laki paruh baya yang tersandung kasus penggelapan ini, sebelumnya tidak pernah menyangka jika menjadi seorang warga binaan juga mendapat bimbingan keagamaan islam. Awi menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, dirinya merasa menemukan ketenangan dan rasa nyaman.
    “Awalnya ya tidak mengira sama sekali. Ternyata disini (lapas) sangat luar biasa pembinaannya. Justru disini saya menemukan titik awal kehidupan sambil menanti keluar agar menjadi lebih baik. Awalnya masuk kesini ya ada rasa ketakutan, kecemasan, kebingungan juga, tapi ternyata disini justru timbul rasa kenyamanan dan ketenangan,”Ucap Awi.
    Sumber : http://rri.co.id/madiun/post/berita/176182/daerah/lapas_kelas_i_madiun_wajibkan_warga_binaan_ikuti_tarawih_dan_tadarus.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728