lifestyle,

Happening Art : Dhayang Setyowati Sukodok Membangun Rumah Untuk Dua Anak Kembarnya

Juni 09, 2015 madiunkita 0 Comments


NGAWI (KR) - Seniman Prawoto Mangun Baskoro alias Bagus Kodok Ibnu Sukodok kembali menggelar aksi seni kejadian (happening art). Pria asli Surakarta, Jawa Tengah ini melangsungkan tasyakuran yang diklaim untuk menandai kelahiran anak kembar dampit (laki-laki dan perempuan) hasil pernikahannya dengan makhluk halus, peri Setyowati.
Seni kejadian bertajuk ‘Dhanyang Setyowati Sukodok Membangun Rumah’ itu digelar di Sendang Margo dan Sendang Pangiyoman di Kecamatan Kedunggalar tepatnya di Desa Begal. Kegiatan tersebut berlangsung dua hari, yakni Sabtu sampai minggu, 6-7 Juni 2015.
Ritual kelahiran bayi peri ini ditonton ratusan warga tak hanya penduduk lokal yang datang dari berbagai kota dan Turis manca Negara. Seni kejadian kali ini merupakan lanjutan dari cerita pernikahan Sukodok dengan peri Setyowati yang digelar di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi, 8 Oktober 2014. Seperti halnya aksi sebelumnya, kegiatan bertajuk ‘Dhanyang Setyowati Sukodok Membangun Rumah’ menjadi tontonan ratusan warga.  Seni kejadian “Dhanyang Setyowati Sukodok Membangun Rumah” digagas oleh seniman nyentrik Bramantyo Prijosusilo tujuan untuk menyelamatkan hutan Alas Begal yang dirambah warga menjadi sawah dan dua mata air di dalamnya, Sendhang Margo dan Sendang Ngiyom.
Dalam acara seni kejadian ini diumumkan bahwa Kodok Ibnu Sukodok dan Peri Setyowati dikarunia dua orang anak kembar dampit, kedua anak tersebut diberi nama Joko Samudro dan Sri Parwati. 7 hari kelahiran bayi perkawinan kontrovesi manusia dengan peri dirayakan dengan acara tasyakuran dan membangun keraton untuk perkawinan.
Dalam kesempatan ini Bupati turuh hadir menyaksikan pagelaran seni kejadian yang di sutradarai Bramantyo Prijosusilo, Turut hadir Dr. Al Zastrouw Ngatawi mantan ajudan mendiang mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Bupati Ngawi dalam sambutannya Pagelaran Dhayang Setyowati Sukodok Membangun Rumah ini acara yang speaktakuler dan ini awal dari Ngawi Visit Year.  Program Ngawi Visit Year 2017 sudah kita mulai, Nyatanya dalam pertunjukan seni kejadian mampu menghadirkan ratusan orang dari luar kota dan touris manca negara ‘’ ungkap Budi Sulistyono.
Bupati Ngawi sangat mendukung kegiatan ini bila kegiatan seni kejadian tersebut diadakan setahun sekali. Pertunjukan ini perlu dikonsep lebih dari ini, bahkan ide Bramantyo untuk mempertunjukan acara seni kejadian demi mendukung program pohon asuh perlu dibranding dengan bagus. konsep menanam pohon, dimana orang tua asuh menanam dan memelihara pohon tersebut sampai jangka waktu tertentu. Pihak yang akan menjaga pohon masyarakat sekitar hutan, sehingga bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari pohon/hutan, tanpa harus merusaknya. Pentas pertunjukan seni kejadian ini sangatlah cocok untuk menggugah kesadaran masyarakat sekitar dan memberi pesan tersendiri bagi penonton. Pemerintah Kabupaten Ngawi mendukung dalam seni kejadian tersebut, dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan siap membantu bibit untuk pohon asuh.
Sumber : http://www.ngawikab.go.id/home/2015/06/happening-art-dhayang-setyowati-sukodok-membangun-rumah-untuk-dua-anak-kembarnya/

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.