lifestyle,

Gelondongan Kayu Misterius di Pinggir Sungai

Juni 15, 2015 madiunkita 0 Comments


MADIUN (KR) - Warga RT 2, RW 1, Kelurahan Sogaten, Manguharjo, Kota Madiun, yang tinggal di pinggir Bengawan Madiun dibikin bingung dengan keberadaan puluhan kayu jati dan mahoni gelondongan yang mendadak muncul di lokasi tersebut. Mereka tidak tahu bagaimana dan siapa yang membawa kayu tersebut.
’’Saya mendapat info dari warga bahwa ada kayu ini di sini. Belum tahu ini (kayu) ilegal atau tidak,’’ kata Lurah Sogaten Joko Waluyo kemarin (14/6). Setelah dihitung, lanjut Joko, kayu gelondongan tersebut berjumlah 92 batang. Perinciannya, 59 jenis mahoni dan 33 jati. ’’Jumlahnya cukup banyak. Ada satu truk dan belum diketahui milik siapa,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.
Joko menyatakan segera mencari tahu pemilik sekaligus keabsahan dokumen kayu-kayu tersebut. Jika pemiliknya bisa menunjukkan surat-surat yang sah, penyimpanannya akan dibicarakan lebih lanjut. ’’Tapi, kalau tidak bisa menunjukkan dokumennya, akan kami serahkan ke babinkamtibmas (bintara pembinaan dan keamanan ketertiban masyarakat, Red) atau polsek,’’ tuturnya.
Keberadaan puluhan kayu gelondongan yang rata-rata berdiameter 40 sentimeter dan panjang 1–1,5 meter itu juga menarik perhatian Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Tatang Panjaitan. Kemarin pagi, Tatang bersama sejumlah anggotanya mengecek ke lokasi. ’’Suratnya memang ada,’’ katanya.
Dokumen yang dimaksud Tatang adalah surat keterangan asal usul (SKAU) kayu. Sesuai dengan data yang dia peroleh, kayu tersebut milik Tono, salah seorang anggota TNI yang bertugas di Magetan. Kemarin siang Sertu Bambang Hariyanto, petugas piket Denpom Madiun, juga mengecek keberadaan kayu-kayu tersebut di lokasi. ’’Betul, kayu ini memang milik anggota kami. Sudah kami cek dan surat-suratnya lengkap. Nomor truk dan jumlah kayunya sesuai dengan surat angkut,’’ jelas Bambang.
Dia menjelaskan, kayu tersebut didatangkan dari hutan rakyat Desa Gemaharjo, Tegalombo, Pacitan. Rencananya, kayu gelondongan itu diproses menjadi kayu setengah jadi untuk selanjutnya dijual. Sebagian kayu akan dipakai sebagai bahan pembuatan mebel untuk kebutuhan pribadi.
Menurut dia, sesuai dengan keterangan pemiliknya, kayu tersebut didatangkan Jumat (12/6) dan sengaja ditempatkan di kawasan pinggiran Bengawan Madiun lantaran tidak ada lahan yang mencukupi di rumah. ’’Rumah mertuanya kan ada di sini. Rencananya mau digergaji di sini juga,’’ paparnya. ’’Surat-surat sudah dicek Perhutani dan dinyatakan lengkap,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Tono yang sempat berada di lokasi membenarkan bahwa kayu-kayu itu didatangkan dari hutan rakyat di Gemaharjo, Tegalombo, Pacitan. Selain itu, Tono yang mengaku bertugas di salah satu koramil di Magetan itu menyatakan sudah melengkapi kayu-kayu tersebut dengan dokumen sesuai ketentuan yang berlaku. ’’Surat-suratnya sudah lengkap. Ini mau saya proses dan dijual di sini,’’ tegasnya. Sayang, saat hendak dikonfirmasi lebih lanjut, Tono keburu meninggalkan lokasi.
Sumber : http://www.jawapos.com/baca/artikel/18889/gelondongan-kayu-misterius-di-pinggir-sungai

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.