Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Cegah Ekploitasi Anak Di Ngawi, KPAI Bakal Surati Bupati


    NGAWI (KR) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terlihat menunjukan taringnya di Ngawi, Jawa Timur. Selain mengawal kasus kejahatan seksual yang menimpa seorang siswi SMP hingga hamil 7 bulan, kini berupaya keras melakukan tindakan awal untuk mencegah ekploitasi anak yang rentan kejahatan seksual. Susanto Komisioner Bidang Pendidikan KPAI yang didampingi asitenya Lutfhi Chumaidi menelisik lebih dalam adanya informasi adanya tren kasus yang melibatkan anak dibawah umur.
    Keprihatinan Cak Santo demikian panggilan akrabnya, setelah mengetahui adanya kasus yang melibatkan anak di café karaoke. Temuan tersebut berangkat dari kasus yang menyeret tiga oknum PNS yang membooking pemandu lagu (PL) freelance sebut saja Arum (15) di Rumah Kaca Karaoke Live masuk kawasan Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota.
    Tentunya kata Cak Santo, apapun alasan mereka sadar maupun sebaliknya dengan menyediakan maupun memakai jasa anak dibawah umur bertentangan Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 yang mengatur tentang perlindungan anak. “Jika terindikasi ada eksploitasi anak, baik ekonomi maupun seksual, penyedia atau pengelola karaoke harusnya bisa dijerat dan itu perlu dilakukan untuk memberikan efek jera bagi lainya,’’ terangnya.
    Sambungnya, temuan PL yang masih bau kencur maupun korban kejahatan seksual yang menimpa siswi SMP mengindikasikan di Ngawi sangat kritis atau bisa dibilang darurat perlu penanganan serius. Pihaknya memberikan sinyal kepada pihak berwenang selaku stake holder untuk segera mengambil langkah tegas menyikapi permasalahan tersebut.
    Cak Santo mengharap khususnya kepolisian untuk menindak secara tegas pelaku kekerasan maupun eksploitasi anak selain menciptakan efek jera bagi lainya sekaligus memberikan proteksi terhadap masa pertumbuhan si anak dilingkungan sekitar.
    Dengan mimik kalem pria asal Pacitan ini bakal melayangkan surat rekomendasi ke Mabes Polri terkait sejumlah kasus anak yang kini tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Ngawi tersebut. Tujuan dasarnya, pihak kepolisian senantiasa mengedepankan perlindungan anak dengan memprioritaskan penanganan kasus kejahatan seksual sampai tuntas.
    Selain itu tidak dipungkiri lagi kata Cak Santo, KPAI nantinya bakal berkirim surat ke Bupati Ngawi Budi Sulistyono (Kanang) agar secara komperhenship memperketat fungsi pengawasan anak. Bahkan tandasnya, selaku seorang bupati dapat menerbitkan surat keputusan untuk mengadvokasi perlindungan anak.
    “Seperti gunung es itu antara yang terlihat dan yang tidak sebenarnya korban sudah luar biasa. Jadi untuk membranding itu perlu aturan secara eksplisit terkait fungsi pengawasan anak apalagi di Ngawi kayaknya sangat diperlukan,” urai Cak Santo. Menurut Cak Santo, selain Dindik, pihak berwenang lain seperti Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) juga harus memaksimalkan fungsi pengawasan dan perlindungan anak.
    Menyikapi BPPKB lanjutnya, selaku stakeholder yang mempunyai kewenangan bisa mengoptimalkan peranya dengan mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya masyarakat dalam kebijakan dan program pemenuhan hak anak. “BPPKB seharusnya mempunyai gold program yakni kabupaten layak anak. Dan itu sesegera mungkin bisa direalisasikan dengan menggandeng satker lainya,” tandas Cak Santo.
    Terpisah, Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi menegaskan sejauh ini pihaknya tetap memproses sejumlah kasus yang melibatkan anak, baik yang menjadi korban maupun pelaku. Suryo mengaku sudah memerintahkan satreskrim fokus menangani perkara itu. “Kami tidak main-main dengan kasus kejahatan yang menimpa anak. UPPA saya instruksikan untuk serius,’’ tegasnya.
    Sumber : http://www.siagaindonesia.com/2015/06/cegah-ekploitasi-anak-di-ngawi-kpai-bakal-surati-bupati

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728