lifestyle,

548 Sertifikat Bidang Tanah Siap Dibagikan Dalam PRONA di Desa Pengkol

Juni 15, 2015 madiunkita 0 Comments


NGAWI (KR) - Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyerahkan 548  sertifikat tanah hasil Program Nasiona Agrarian (PRONA)  yang dilaksanakan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Kabupaten Ngawi di Desa Pengkol Kec.Mantingan, Selasa (09/6/2015). Acara Prona ini juga dihadiri Muspika Kec.Mantingan,Kepala SKPD dan juga para warga penerima sertifikat
Setelah menyerahkan sertifikat secara simbolis, Budi Sulistyono menuturkan, sertipikat yang diterimakan dapat memberikan rasa aman dan tenteram bagi para pemiliknya. Karena sejak diterimanya sertipikat,  sudah dapat dibuktikan siapa pemilik sah atas bidang tanah yang didaftarkan.“Dengan didapatkannya sertifikat ini diharapkan masyarakat bisa semakin mengembangkan usahanaya dan meningkatkan perekonomian warga. Lebih lanjut Budi sulistyono Bupati mengatakan bahwa sertipikat yang diserahkan kepada masyarakat merupakan bagian dari target keseluruhan sebanyak 4000 bidang tanah. Bupati berharap, target yang diprogramkan dapat diselesaikan dalam waktu tidak terlalu lama sehingga kegiatan percepatan pendaftaran tanah terhadap seluruh bidang tanah yang ada, pelan tapi pasti dapat terus diupayakan bersama.
Sementara, dalam PRONA di Desa Pengkol ini Kepala BPN Sunaryo Kab.Ngawi menyampaikan laporan yang mendapat sertifikat antara lain Desa Pengkol 200 bidang, Desa Kersoharjo 200 bidang , dan Desa Cantel 148 bidang total keseluruhan 548 bidang. Lebih lanjut Sunaryo mengatakan bahwa target PRONA tahun 2015 ini sebanyak 4000 bidang yang tersebar di 12 Kecamatan. Kepala BPN Kab.Ngawi beserta jajaranya terus merapatkan barisan agar target yang sudah diprogramkan oleh pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik. “Saya berharap tahun 2015 harus bisa terselesaikan,” tegas Sunaryo.
Sumber : http://www.ngawikab.go.id/home/2015/06/548-sertifikat-bidang-tanah-siap-dibagikan-dalam-prona-di-desa-pengkol/

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.