lifestyle,

UN SMP : di Eks Karesidenan Madiun Hanya 2 Sekolah Gunakan Sistim Online

Mei 05, 2015 madiunkita 0 Comments


MADIUN (KR) - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat yang akan berlangsung Senin (4/5) hingga Kamis (7/5) di eks Karesidenan Madiun, hanya dilaksanakan di dua sekolah saja yang berbasis online. Padahal terdapat ratusan sekolah yang berada di enam kota dan kabupaten di wilayah itu.
Rata-rata, sekolah beralasan tidak memiliki sarana dan prasarana memadai untuk menggunakan Ujian Nasionl berbasis online. Sekolah yang menggunakan UN berbasis online itu yakni, SMPN I Geger dan SMPN I Mejayan, Kabupaten Madiun. Sementara sekolah di daerah lain, yaitu, Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo, Magetan, Ngawi dan Pacitan masih menggunakan sistim lama.
“Sebenarnya, ada 4 sekolah lain (SMP) dapat menyelenggarakan UN online. Kesiapan sekolah yang ada, akhirnya hanya ada 2 sekolah itu. Kami berharap tahun depan sekolah menyelenggarakan UN online dapat bertambah, tidak sekadar untuk tingkat SMA dan SMP saja. Rintisan bagi SD pun sudah disiapkan,” ujar Bupati Madiun Muhtarom, usai meninjau pelaksanaan UN online SMPN I Geger, Senin (4/5).
Ia menyatakan tidak alasan tahun depan sekolah tidak siap mengikuti UN online. Persiapan dan pengadaan sarana dan prasarana guna menunjang keperluan itu juga diberikan. Apalagi, hal itu seiring dengan harapan Menteri Pendidikan Anies Bawesdan, siswa-siswi nantinya terbiasa memakai tehnologi informasi (TI) dalam pembelajaran hingga ujian.
Hal sama disampaikan Kepala Dinas Pendidikan setempat, Soehardi, menyatakan kedua sekolah yang melaksanakan UN online adalah sekolah dulu masuk RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Sarana dan prasana sudah ada tinggal sedikit diberi tambahan. Harapan Bupati Madiun pelaksanaan sekolah mengikuti UN online dapat dilaksanakan.
“Jumlah total peserta UN tingkat SMP sebanyak 9.339 anak, lalu 2 sekolah melaksanakan UN online sebanyak 444 anak di SMPN I Geger ada 190 anak dan SMPN I Mejayan ada 254 anak. Pada kedua sekolah itu, anak-anak sudah terbiasa memakai TI, baik memakai laptop, notebook hingga tablet. Jadi mereka sudah tidak kaget menghadapi UN ini,” ujarnya serius.
Dilaporkan, jalannya UN on line di SMPN I Geger, sempat diwarnai kegagalan memasukan kode token pada beberapa laptop. Namun, hal itu dengan cepat diatasi dengan peserta dipindah ke laptop lain, kembali berjalan lancar. “Ada sedikit gangguan saat memasukan kode token, tapi itu bisa diatasi sehingga peserta UN dapat mengikuti UN dengan lancar,” jelas Kepala SMPN I Geger Agus Sucipto.
Sedangkan, pelaksaanaan UN tingkat SMP manual hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia sempat diwarnai adanya kekurangan naskah, terjadi di SMPN 2 Kare. Akibatnya, panitia harus mengambil kekeurangan ke SMPN I Geger, sehingga membuat pelaksanaan UN agak terganggu. Terpaksa, mereka harus menunggu kedatangan naskah.
“Kekurangan itu baru diketahui, begitu amplop naskah dibuka, ternyata jumlah isinya tidak sesuai dengan tertulis atau ada kekurangan 6 naskah. Sebagai langkah antisipasi, hari ini seluruh naskah UN ada di SMPN I Geger, dikirim ke SMPN 2 Kare. Dimaksud, jika ada kekurangan tidak mengambil ke SMPN I Geger dengan jarak tergolong jauh dan memakan waktu lama,” tandas Soehardi.

Sumber : http://www.adakitanews.com/un-smp-di-eks-karesidenan-madiun-hanya-2-sekolah-gunakan-sistim-online/

0 Comments:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.