Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Pilkada Ngawi Lain, Peluang Calon Independen VS Incumbent


    NGAWI (KR) - Selama ini calon dari independen masih dipandang sebelah mata jika akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) baik di tingkat kabupaten, kota maupun provinsi. Terlebih di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang bakal menentukan kursi bupati dan wakil bupati pada 9 Desember 2015 mendatang. Agus Fathoni dari Langgar Sawo Ijo (LSI) Ngawi menegaskan, apabila ada calon independen yang pengen bertarung di Pilkada Ngawi harus berfikir seribu kali.
    Selain persyaratan kelolosan calon independen dalam Undang-Undang (UU) Pilkada 2015 sangat berat ditambah kalau di Ngawi jelas berhadapan dengan incumbent Budi Sulistyono (Kanang)-Ony Anwar. “Ngawi ini nuansa politiknya memang jauh beda dengan daerah lainya. Calon independen jelas berhadapan dengan incumbent dengan power yang luar biasa mendasar pengalaman lima tahun lalu,” kata Atong demikian panggilan akrabnya, Senin (25/05).
    Atong membandingkan hasil Pilkada 2010 lalu, pasangan Ony-Kanang (OK) melesat jauh hingga mendulang suara terbanyak yakni mencapai 54,38 persen atau 222.588 suara. Sedangkan rival lainya hanya dibawah 25 persen suara seperti Maryudi Wahyono-Suratno (Mars) dengan 24,20 persen disusul kandidat lainya.
    “Kondisi Ngawi dari lima tahun lalu hingga kini saya kira masih stagnan secara politis. Artinya, peran Budi Sulistyono dan Ony Anwar yang bakal lengser pada 27 Juli mendatang selaku kepala daerah masih menjadi sentral dan mendapat kepercayaan masyarakatnya,” sambung Atong.
    Kecuali, ada penantang baru tetapi mampu membuktikan diri dalam tanda kutip bisa menggeser kepercayaan masyarakat terhadap Kanang-Ony. Dan itupun sekarang ini bisa dikatakan mustahil dan sudah telat seandainya macung bisa jadi hanya pelengkap saja bahkan bisa disebut penantang telat waktu. Dia yakin, seandainya ada terutama calon perseorangan (independen) yang ikut terjun dalam kancah Pilkada jangan mengharap terlalu banyak terhadap raihan suara.
    “Ini bicara realistis, saya kira Kanang-Ony sudah tidak diragukan lagi dalam mempersiapkan hajatan lima tahunan ini. Lihat sendiri nantinya tim mereka bisa ditebak sampai RT pun sudah ada dan itu sudah dilakukan dengan cara mereka,” ujarnya lagi.
    Disisi lain Atong menebak saat ini diprediksi hampir 65 persen masyarakat Ngawi yang tersebar di 19 kecamatan pasti tahu siapa Kanang-Ony dengan sepak terjangnya yang tercover dalam program pro rakyat. Dengan alasan yang sama, bisa diprediksi pasangan incumbent yang satu ini akan mengulangi sejarah raihan suara pada Pilkada 2010 yakni diatas 50 persen. Terlebih Kanang-Ony jelas diberangkatkan dari PDI Perjuangan plus partai koalisinya dan indikator lainya memperkuat pasangan incumbent tersebut secara internal jelas dari PDI Perjuangan dimana torehan suara mendominasi hasil Pemilu 2014 dengan 118.843 suara.
    Secara umum beber Atong, sejak pemilihan kepala daerah secara langsung digulirkan 2005 lalu hingga kini sudah ribuan Pilkada dilaksanakan di Indonesia. Hasilnya harus diakui, mayoritas dimenangkan pihak incumbent bila dipersentasekan kira-kira mencapai 85 persen. Sebagai factor penentu satu diantaranya sebagai calon incumbent, sebelum lengser dari kursinya jelas memanfaatkan moment yang ada. Sebelumnya mereka memiliki sejumlah program yang bersentuhan dengan masyarakat yang bisa digunakan untuk meyakinkan rakyat seperti hibah dan bansos.
    Faktor lainya yang tidak kalah penting bagi pasangan incumbent, mereka bisa diartikan mengusai akses ekonomi. Dengan kedudukan sebelumnya sebagai bupati, posisi incumbent akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengusai akses ekonomi dibanding kandidat lainya termasuk calon independen. Akses ekonomi itu memudahkan incumbent untuk membuka kran dana pembiayaan kampanye yang bakal digelar.
    “Namun perlu dicatat juga yang mustahil terjadi bisa saja terjadi dan itu diluar nalar kita. Dan itupun yang tahu rakyat karena merekalah yang menentukan bukan siapa-siapa,” pungkas Atong.
    Sumber : http://www.siagaindonesia.com/2015/05/pilkada-ngawi-lain-peluang-calon-independen-vs-lawan-incumbent

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728