Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Meluber, Ratusan Guru di Madiun Terima Dana Segar


    MADIUN (KR) - Ratusan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru dan Pegawai Sekolah Swasta (PGPS) di Kota Madiun dapat bernafas lega. Ini setelah Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudmudora) mulai mencairkan dana bantuan kepada pegawai maupun tenaga pendidik swasta non PNS. Pencairan dilakukan dua hari, Selasa dan Rabu (5 dan 6 Mei 2015). Akibatnya, banyaknya pegawai yang hendak mengambil jatah anggaran mengular hingga meluber ke halaman gedung Adhi Wiyata Dikbudmudora.

    Salah satu guru penerima bantuan dari SMP Taman Bhakti, Ketoyo mengungkapkan kegembiraannya paca mendapat bantuan sebesar Rp 450 ribu. Jumlah itu merupakan dana rapelan, untuk alokasi anggaran bulan Januari sampai Maret 2015. Menurut Ketoyo, meski hanya mendapat Rp 150 setiap bulan, anggaran tersebut dicukup-cukupkan untuk biaya transportasi.

    “Ya alhamdulillah saya senang sekali pemkot memberikan bantuan kepada PGPS. Ya meskipun jumlahnya Rp 150 per bulan, dicukup-cukupkan lah pokoknya,”Ujarnya kepada Radio Republik Indonesia, Selasa(5/5/2015).

    Sementara itu, Kasubbag Keuangan Dikbudmudora Kota Madiun, Yayoek Koesdariyati menyatakan, dana bantuan yang diberikan kepada PGPS merupakan program pemerintah kota, yang sudah diberlakukan sejak lima tahun silam. Jumlah yang diberikan mengalami peningkatan secara bertahap, mulai Rp 25 ribu per bulan sampai Rp 150 ribu per bulan. Anggaran yang diberikan tahun ini mengalami kenaikan, dari tahun 2014 lalu yang hanya Rp 100 ribu per bulan. Dana bantuan tersebut diberikan untuk menunjang kesejahteraan guru maupun pegawai PGPS.

    “Ya baru tahun ini dana bantuan naik, tahun lalu hanya Rp 100 ribu, nah ini naik Rp 50 ribu, karena kan pertimbangannya kebutuhan pokok naik, BBM juga naik. Jadi ini memang ini diberikan bagi PGPS untuk menunjang kesejahteraan mereka,”Ungkapnya.

    Yayoek menjelaskan, penerimaan bantuan tidak dapat diwakilkan, sebab harus membawa kartu tanda anggota PGPS. Tahun ini jumlah penerima bantuan yang tercatat di Dikbudmudora sebanyak 477 orang mulai jenjang TK sampai SLTA dengan anggaran Rp 214,65 juta per triwulan. Terinci, guru TK sebanyak 279 orang, SD hanya 13 orang, lainnya SLTP dan SLTA. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2014 lalu yang mencapai 500 orang, karena adanya pengunduran diri, meninggal dunia dan lain sebagainya. Menurut Yayoek, penerima bantuan tidak dapat bertambah, justru kemungkinan berkurang. 

    Sumber : http://www.rri.co.id/post/berita/163105/daerah/meluber_ratusan_guru_di_madiun_terima_dana_segar.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728