Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Kurangi Angka Pengangguran, Pemkot Madiun gelar Job Market fair


    MADIUN (KR) - Mengantisipasi banyaknya jumlah pengangguran, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) menggelar Job Market fair atau bursa kerja. Acara berlangsung dua hari, Selasa dan Rabu (26-27 Mei 2015) di Alun-Alun Madiun. 30 perusahaan yang didatangkan dalam acara job fair, 17 perusahaan dari wilayah Madiun dan 13 perusahaan dari Luar Madiun.
    Kepala Disnakersos Kota Madiun, Suyoto mengatakan, acara job market fair yang sudah kali ketiga diselenggarakan, diprioritaskan untuk para pencari kerja (pencaker) asal kota Madiun. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan adanya pencaker luar Madiun mendaftar di acara Job fair. Menurut Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudmudora),  acara Job Fair, salah satunya bertujuan memfasilitasi masyarakat yang belum mendapat pekerjaan, sehingga mengurangi angka pengangguran.

    Berdasarkan data di Disnakersos setempat, hingga pertengahan Mei 2015 tercatat lebih 1.400 orang pencaker, rata-rata pendidikan jenjang SMA dan sarjana. Karena itu dari 30 perusahaan yang menyediakan 7.977 lowongan pekerjaan, diharapkan masyarakat Kota Madiun dapat tertampung di perusahaan tersebut.
    “Logikanya kalau lowongan pekerjaan yang disediakan lebih 7.000, sementara jumlah pengangguran di wilayah kota hanya sekitar 1.400, harusnya tertampung semua. Tapi namanya orang kan ya nggak tahu keinginannya, jadi kita kembalikan ke pencari kerja kan. Kita tidak bisa mikir gajinya berapa, lulusan SLTA minta gaji tinggi sebenarnya nggak masalah, yang penting sesuai dengan UMR kan begitu,”Ujar Suyoto kepada Radio Republik Indonesia, Selasa(26/5/2015).
    Sementara itu, Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto mengaku, mengacu pelaksanaan Job Fair tahun lalu, banyak warga luar kota Madiun yang tertampung di perusahaan, tahun ini diharapkan, semua warga dalam kota dapat menjadi prioritas untuk mendapat pekerjaan. Mantan Rektor Universitas Merdeka Madiun ini menuturkan, banyaknya warga dalam kota yang masih menganggur, antara lain dikarenakan memilih pekerjaan tertentu, dan berkeinginan menjadi PNS.
    “Saya pikir semua kan memilih, mencari pekerjaan yang baik, jadi mempertimbangkan UMR dan sebagainya, goalnya kan itu. Jadi mereka tinggal pilih dari 30 perusahaan ini yang sesuai dengan mereka,”katanya.
    Sugeng Rismiyanto menyarankan pimpinan perusahaan dalam membuka lowongan pekerjaan sekaligus meberikan akses jaminan sosial khususnya layanan kesehatan bagi para pekerja melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Ini merupakan bentuk kebijakan yang sudah menjadi ketetapan pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan bagi para karyawan. Hingga berita ini diturunkan, ratusan pencaker mengantre di depan pintu masuk acara Job Market Fair, mencari informasi lowongan pekerjaan di perushaan yang diinginkan.
    Sumber : http://www.rri.co.id/madiun/post/berita/169070/daerah/kurangi_angka_pengangguran_pemkot_madiun_gelar_job_market_fair.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728