Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Inilah Tujuh Penyebab Kota Madiun Sabet Penghargaan Parasamya

     
    MADIUN (KR) - Prestasi tertinggi di bidang pemerintahan dan kenegaraan oleh Kota Madiun 2015 setidaknya menjadi ukuran keberhasilan. Penghargaan Samkaryanugraha Parasamya Purnakarya Nugraha itu dilakukan setelah tim penilai dari pemerintah pusat mendatangilangsung sejumlah wilayah di Kota Madiun.
    Kasubag Pemberitaan Humas Protokol Kota Madiun, Erna Purwitasari mengatakan, penilaian tim dilakukan dengan menggelar desk evaluation, yakni mencermati informasi dan data dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) dengan menggunakan kriteria Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah.
    Selain itu, juga dengan mengaplikasikan Common Sense Survey khususnya kepada daerah-daerah yang masuk nominasi berkinerja paling tinggi melalui kunjungan lapangan.
    “Tim penilai dari pemerintah pusat datang langsung ke Kota Madiun pada hari Selasa (31/3/2015). Terdapat tujuh lokasi yang disiapkan Pemkot Madiun untuk dilihat secara langsung oleh tim penilai,” ujarnya kepada Madiun Pos, Rabu (6/5/2015).
    Ketujuh lokasi tersebut antara lain, Puskesmas Manguharjo, Akademi Perkeretaapian Indonesia, Dukuh Gembel, Kelurahan Manguharjo sebagai daerah yang mengembangkan pengolahan sampah berupa Bio Etanol untuk dijadikan energi alternatif, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo, SMA Negeri 3 Madiun, kerajinan batik Murni sebagai salah satu industri kreatif masyarakat, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pariwisata (Disperindagkopar).
    Dari peninjauan lapangan di tujuh lokasi tersebut, kata dia, hasilnya semakin memantapkan tim penilai untuk memberikan penghargaan tertinggi di bidang penyelenggaraan pemerintahan tersebut kepada Kota Madiun.
    Pemkot Madiun, kata Erna, di bawah pimpinan Bambang Irianto dan Sugeng Ridmiyanto, terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dan inovatif bagi warga Kota Madiun.
    Program-program pro-rakyat seperti jambanisasi, jaminan kesehatan masyarakata semesta (Jamkesmasta), wajib belajar 12 tahun, pemugaran rumah tak layak huni (RTLH), penegerian Poltek, pembangunan Akademi Perkeretaapian Indonesia di Kota Madiun, beasiswa untuk mahasiswa berprestasi, dan lain sebagainya adalah sejumlah program pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat yang digulirkan oleh Wali Kota Bambang Irianto beserta jajaran SKPD di Pemerintah Kota Madiun.

    Sumber : http://www.madiunpos.com/2015/05/06/penghargaan-kota-madiun-inilah-tujuh-penyebab-kota-madiun-sabet-penghargaan-parasamya-601400

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728