Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Galian Tammbang Liar Marak Di Magetan


    MAGETAN (KR) - Di berbagai tempat sejenis galian C hasil tambang seperti batu, pasir, batu- brongkol dan tanah urug marak di bumi Magetan Jawa Timur, hal ini karena pemilik lahan tergiur adanya hasil dari isi perut bumi ini, sehingga lahan tanahnya rela dijual ke pengusaha dengan harga murah, apalagi lahan tanahnya yang tidak produktif di jual dengan harga rit ritan dengan harga ala kadarnya. Ironisnya penggalian tambang sejenis galian C ini, pengusaha tidak menganthongi ijin dari Pemerintah Kabupaten maupun dari Propinssi, hal ini di sampaikan oleh Drs Suyono koordinator Jawa Timur Dewan Pemantau Penyelenggara Pejabat Negara Republik Indonesia [DPPNRI] Senin [4/5] di Magetan.
    “ Kadang  Ijinnya hanya dari pemilik lahan dan dari warga sekitar yang tanda taganya di palsukan, oleh Kepala Desa” jelasnya. Lebih lanjut, dikatakan, dampak lain dari galian liar ini di samping merusak lingkungan hidup, nantinya di musim penghujan akan terjadi banjir dan bencana alam tanah longsor, katanya.
    Di samping itu, kendaraan dam truk yang berlalu lalang sepanjang hari juga merusak jalan milik Desa dan milik dinas Pekerjaan Umum [PU] di Mmagetan.
    Di tambahkan, tempat galian yang paling parah rusaknya di Desa Sayutan Kecamatan Parang, Sobontoro, Temboro yang pernah membawa kurban nyawa, desa Sumursongo desa Nitikan dan yang terakhir di Desa Gebyok.
    Untuk penggalian tambang sejenis galian C di Desa Gebyok yang di ambil tambangnya adalah milik tanah kas Desa, kalau mengacu kepada Undang Undang tentang kepemilikan aset Negara, untuk merubah strutur dan bentuknya tanah saja harus ijin Gubernur melalui bupati.
    Hal yang sama juga di sampaikan oleh Suyanto Mpd tokoh warga Desa Gebyok, Kecamatan Karanmgrejo, Kabupaten Magetan Jawa Timur, ia mengatakan sudah jengkel dengan Kepala Desanya Eka Saputra SE, pasalnya Kepala Desa arogan menjual aset tanah Kas Desa ke pengusaha tambang tanpa musyawarah melibatkan tokoh masyarakat.
    “ musyawarah yang di ajak hanya kroninya Kepala Desa terpilih saja, termasuk Badan Perwakilan Desa yang tidak aspiratif” ungkapnya.
    Lebih lanjut, di katakan, pernah galian sejenis galian C ini di demo warga masyarakat sehingga berhenti sebentar dan berjalan kembali setelah  ada negosiasi dengan warga, karena Kades ber dalih reklamasi, warga menyadari kalau memang lehan bisa produktif untuk di tanami, namun kenyataan dilapangan tidak seperti yang di harapkan, bahkan semakin merajalela bobroknya.
    Senada juga disampaikan Supriono, bahkan ia sudah tujuh [7] kali mengirimmi surat Bupati, DPR, Kasatpol PP, tidak ada tanggapan sama sekali, mereka semua tutup mata, tutup telinga, membisu bagaikan batu.
    Untuk itu dalam waktu dekat akan menemui Kapolres  untuk minta ijin menutup paksa dengan warga masyarakat atau kepolisian sendiri yang akan menutup, jelasnya dengan nada jengkel.
    Mestinya, “galian sejenis galian C ini ada unsur pidananya kalau aparat penegak hukum mau menelisik investigasi di lapangan, pasalnya penuh adanya rekayasa “ imbuhnya.
    Sumber : http://suaraindonesia-news.com/galian-tammbang-liar-marak-di-magetan/

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728