Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Antisipasi Beras Sintetis di Madiun, Tim Gabungan Gelar Sidak ke Pasar Tradisional Antisipasi Beras Sintetis di Madiun, Tim Gabungan Gelar Sidak ke Pasar Tradisional


    MADIUN (KR) - Tim gabungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata (Disperindagkoppar), Polres Madiun Kota dan Satpol PP menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional. Ini dilakukan untuk mengantisipasi sekaligus memonitoring kondisi beras di pasaran, sejak santernya pemberitaan beredarnya isu beras sintetis. Namun dari sejumlah pedagang beras yang didatangi, petugas belum menemukan indikasi penjualan beras sintetis.
    Kepala Disperindagkoppar Kota Madiun, Sudandi mengatakan, sidak dilakukan untuk mengurangi keresahan masyarakat, baik pedagang maupun konsumen. Menurut Dandi, pantauan petugas di wilayah Madiun, sejauh ini bebas dari peredaran beras sintetis. Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Madiun ini menghimbau masyarakat tidak panik dan khawatir terkait isu beredarnya beras sintetis.
    “Jadi kita minta masyarakat tidak perlu khawatir dulu, tidak menduga-duga dulu, karena kan ini masih diuji dulu. Jadi harapanya aktifitas pedagang maupun konsumen kembali normal seperti biasanya saja,”Ujar Sudandi kepada Radio Republik Indonesia, Selasa(26/5/2015).
    Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Rekrim Polres Madiun Kota, Iptu Suroso mengungkapkan, dari sidak yang dilakukan, petugas gabungan mengambil beberapa sampel beras milik pedagang. Beras tersebut akan diuji ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengetahui kendungan ada tidaknya unsur sintetis. Selain itu, petugas juga menguji dengan mencelupkan sejumlah beras ke mangkuk berisi air, jika beras mengapung kemungkinan ada kandungan sintetis.
    “Nggak lama paling ya hanya satu minggu. Nanti akan kami umumkan ke pedagang terkait sampel beras yang kita bawa ini. Memang saat kita sidak tadi ya mereka mengeluhkan, karena permintaan menurun, malah ada yang bilang nggak laku sama sekali,”Ungkap Iptu Suwito.
    Terpisah, seorang pedagang beras, Ida menyatakan, sebagai dampak beredarnya beras sintetis, berpengaruh terhadap menurunnya jumlah penjualan. Penurunan itu sudah terjadi sejak sepekan terakhir, karena kemungkinan disebabkan konsumen merasa takut untuk membeli beras. Ida mengaku, jika biasanya mampu menjual 50 kg per hari, sejak sepekan terakhir, dirinya hanya mampu menjual 5-10 kilogram per hari.
    “Dari rumor itu kan orang-orang pada takut dan khawatir kalau beras dicapuri plastik. Ini sepi, la wong kemarin saja saya malah nggak laku,”katanya.
    Selain di Pasar Besar Madiun, tim gabungan juga melakukan sidak sejumlah pedagang di Pasar Kawak Jalan Kutai Madiun. Hasilnya, berdasarkan keterangan sejumlah pedagang, rata-rata mereka mengeluhkan beredarnya isu beras sintetis, karena dapat menurunkan permintaan penjualan beras. Para pedagang berharap, pemerintah dapat mencegah masuknya beras sintetis agar tidak meluas ke sejumlah daerah.
    Sumber : http://www.rri.co.id/madiun/post/berita/169071/ekonomi/antisipasi_beras_sintetis_di_madiun_tim_gabungan_gelar_sidak_ke_pasar_tradisional.html

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728