Header Ads

ad728
  • Breaking News

    UN Di Ngawi Ribut Akibat Listening Bahasa Inggris Tidak Singkron


    NGAWI (KR) - Tidak semulus hari sebelumnya terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMA sederajat di Kabupaten Ngawi. Pada hari terakhir pelaksanaan ujian untuk bidang studi Bahasa Inggris diwarnai keributan, dimana titik permasalahanya antara listening (voice) yang dikemas CD dengan paket soal yang disajikan tidak singkron.
    Akibatnya, 9.569 siswa peserta UN dari 67 sekolah penyelenggara dan Paket C dibuat kalang kabut setelah menemukan kejanggalan tersebut.
    “Tadi materi pertanyaan terkait listening yang tidak nyambung kita perintahkan kepada siswa untuk tidak perlu dijawab atau dikosongkan. Dan tadi sudah kita laporkan ke Diknas Kabupaten Ngawi,” kata Sukamdi Kepala SMAN 1 Ngawi, Rabu (15/04).
    Secara otomatis adanya insiden tersebut kata Sukamdi membuat 276 siswa peserta UN di sekolahnya merasa tidak nyaman dan was-was terlebih paket soal yang tidak dijawab ada sekitar 5 sampai 10 soal pertanyaan.
    Untuk itu lanjutnya, pihak Diknas Kabupaten Ngawi sangat diharapkan untuk segera memberitahukan kepada Diknas Propinsi Jawa Timur agar memberikan solusi jangan sampai merugikan peserta UN. Sementara Hadi Suharto Kabid Dikmen Diknas Kabupaten Ngawi membenarkan adanya informasi kesalahan listening dalam bidang studi Bahasa Inggris yang terjadi pada pelaksanaan UN untuk hari terakhir.
    Guna mengondisikan situasi yang sudah terlanjur carut marut pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Diknas Propinsi Jawa Timur dengan membuat berita acara secara keseluruhan dari peserta UN. Hadi Suharto menuding tidak singkronya listening dengan paket soal merupakan kesalahan mutlak yang dilakukan pusat bukan penyelenggara UN didaerah.
    “Itu kesalahan pusat maka melalui Diknas Propinsi sangat diharapkan untuk membuat rekomendasi kepada tim pemindai dalam hal ini Universitas Airlangga untuk menganulir paket soal itu yang tidak nyambung dengan listening dan itu terjadi semua khususnya di Ngawi ini,” beber Hadi Suharto.
    Kalau tidak masih kata Hadi, akan merugikan siswa peserta UN karena jelas paket soal tidak bakal dijawab lantaran kekeliruan listening.

    Sumber : http://www.siagaindonesia.com/2015/04/94850

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728