Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Penertiban Warung Remang-Remang Madiun Jalan di Tempat


    MADIUN (KR) - Rencana Pemkab Madiun untuk menertibkan puluhan warung remang-remang di jalur ringroad, Dusun Petung, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun bersama PT KAI Daop VII Madiun sebagai pemilik lahan seluas 3 hektar itu, hingga kini masih jalan di tempat.
    Padahal, pembahasan penutupan dan penertiban warung remang-remang yang kini beralihfungsi menjadi lokasi jasa prostitusi dengan kedok pelayan warung dan sejumlah rumah karaoke liar itu, sudah dibahas Pemkab Madiun dan PT KAI Daop VII Madiun sejak awal Tahun 2014 kemarin.
    Apalagi, saat penggerebekan yang dilaksanakan petugas Polres Madiun pekan kemarin, berhasil mengamankan sekitar 29 Pekerja Seks Komersial (PSK) dan seorang mucikari yang dua diantaranya terdeteksi mengidap penyakit mematikan HIV/Aids.
    Bahkan, Pemkab Madiun sebelumnya sudah merencanakan, bekas lokasi itu bakal dijadikan rest area.
    "Kami mendukung keingunan untuk mengubah dan menertibkan kawasan itu beralihfungsi. Kami pun mendukung dana penertiban asalkan ada tindaklanjut paska penertiban dan ada timbak baliknya," terang Kepala PT KAI Daop VII Madiun, R Windar Prihadi Aji kepada Surya, Selasa (07/04/2015).
    Menurut Windar, timbal balik yang diperoleh PT KAI Daop VII Madiun dari dana yang dikeluarkan saat penertiban warung remang-remang itu. Yakni biaya penertiban tidak lebih besar dari 10 persen dari sewa lahan paska ditertibkan.
    Hal ini disebabkan PT KAI sebagai BUMN diminta mencari pendapatan dari lahan yang dimiliki dan dikelola.
    Sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2015/04/07/penertiban-warung-remang-remang-madiun-jalan-di-tempat

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728