Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Panen Raya, Bulog Madiun Enggan Serap Beras Petani


    MADIUN (KR) - Petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, merindukan Bulog melakukan pembelian gabah seperti di zaman Orde Baru. Di masa itu, saat harga gabah anjlok di musim panen, dengan sigap Bulog melakukan pembelian gabah petani.

    Tindakan cepat itu membuat nasib petani tidak dipermainkan pengusaha atau tengkulak gabah seperti saat ini. "Terus terang nasib petani itu masih bagus di zaman Orba. Dulu begitu terjadi panen raya dan harga gabah anjlok, Bulog-lah yang membeli gabah petani, sehingga kami tidak merugi," kata Sukarno, 57, petani di Kecamatan Balerejo, hari ini.

    Saat ini, petani di Madiun benar-benar tengah dirundung masalah. Saat panen raya tiba, bandar dan tengkulak menetapkan harga gabah kering merosot hingga Rp3.200-Rp3.300 per kilogram. Padahal, harga yang ditetapkan pemerintah sudah mencapai Rp3.700 per kilogram.

    "Kami tetap menjual kepada tengkulak karena butuh modal untuk bercocok tanam, mumpung masih musim huja," lanjut Sukarno.

    Hingga saat ini, menurut dia, Bulog masih belum melakukan pembelian gabah di petani. Padahal, beberapa pekan lalu Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla sudah memerintahkan Bulog melakukan pembelian gabah milik petani. Semestinya imbauan wapres tersebut ditindaklanjuti oleh Bulog, namun hingga kini belum dilakukannya.

    Kepala Bulog Sub Divre Madiun Rahmat Syahjoni Putra tidak menampik jika pihaknya belum optimal melakukan pembelian gabah dari petani. "Kita sudah melakukan, tapi tidak semua gabah petani dibeli. Kami tetap melakukan pembelian tapi gabah petani yang berkualitas, yakni yang sesuai standar yang ditetapkan," katanya.

    Diungkapkannya, target pengadaan beras Bulog Madiun pada 2015 ini mencapai 52 ribu ton. Namun sampai April, realisasinya baru mencapai 1.100 ton setara beras. Minimnya Bulog Sub Divre Madiun melakukan pengadaan beras ini karena kualitas gabah kering panen milik petani sangat rendah.

    "Dalam pengadaan beras atau gabah, Bulog harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Yakni, untuk gabah kering panen kadar airnya harus 25% dan 10% kadar hampa. Sementara gabah milik petani hasil panenan kali ini hampir semuanya berkualitas rendah, jauh dari standart yang ditetapkan," pungkasnya.
    Sumber : http://www.mediaindonesia.com/misiang/read/1104/Panen-Raya-Bulog-Madiun-Enggan-Serap-Beras-Petani/2015/04/21

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728