Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Narapidana Lapas Madiun Gelar Berdoa Bagi Raheem Agbaje


    MADIUN (KR) - Sekitar 10 orang narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Madiun, Jawa Timur, Selasa, 28 April 2015, menggelar acara doa bersama yang diperuntukkan bagi Raheem Agbaje, salah seorang terpidana mati kasu narkotika, yang sedang menghadapi detik-detik pelaksanaan eksekusi mati di Nusakambangan.

    Doa bersama dipimpin pemuka agama Katholik, dan berlangsung secara khidmat di di Gereja Paulus yang terletak di dalam kompleks Lapas Madiun. Dalam doanya, mereka berharap pada Tuhan agar mengampuni dosa – dosa Raheem.

    “Apabila eksekusi mati menjadi jalan terbaik, ampunilah dosa Stephanus teman kami dan terimalah ruhnya, Tuhan,” kata Anika, suster atau biarawati agama Katholik yang memimpin doa. Stephanus merupakan nama baptis Raheem.

    Titus Tri Wibowo, pendamping rohani atau bapak pemandian Raheem, mengatakan doa bagi terpidana mati kasus narkotika itu sengaja dilakukan dalam kegiatan rutin di dalam Lapas Madiun.

    Titus menjelaskan, sesuai informasi yang diperoleh melalui tayangan berita di televisi, eksekusi mati bagi sembilan terpidana dilangsungkan Selasa malam. “Kami mendoakan Raheem karena momennya dekat dengan pelaksanaan eksekusi mati,” ujarnya.

    Titus mengatakan, dirinya merasa terharu karena selama ini Raheem tetap tenang meski bakal dihukum mati. Selama berada di Lapas Madiun, warga Spanyol kelahiran Nigeria itu tidak menunjukkan keresahan menghadapi eksekusi mati baginya.

    Sejak dipindahkan ke Lapas Nusakambangan awal Maret lalu hingga mendekati pelaksanaan hukuman mati, kondisi kejiwaan Raheem dikabarkan tetap stabil. “Kabar dari pengacaranya dan Romo Fusi, kondisi Raheem baik-baik saja. Itu yang membuat saya terharu karena tingkat keimanannya begitu tinggi,” ucap Titus.

    Adapun Romo Fusi adalah rohaniawan yang mendampingi Raheem sejak berada di Lapas Nusakambangan.

    Raheem merupakan satu dari sembilan terpidana mati kasus narkotik yang segera menjalani eksekusi mati di Nusa Kambangan.

    Pria itu ditangkap oleh petugas kepolisian di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Raheem diketahui menyelundupkan 5 kilogram heroin pada 1999.

    Sebelum mendekam di Lapas Madiun, Raheem menghuni beberapa penjara. Di antaranya Rumah Tahanan Negara (Rutan) Medaeng, Sidoarjo; Kapas Porong, Sidoarjo.

    Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/04/28/063661806/Narapidana-Lapas-Madiun-Gelar-Berdoa-Bagi-Raheem-Agbaje

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728